Jumat, 12 Jun 2026

Turki Tidak Izinkan Kelompok Kurdi Ikut Negosiasi Damai Suriah

Rabu, 20 Jan 2016 09:13
Getty Images
Turki tidak akan mengizinkan kelompok pejuang YPG bergabung dalam negosiasi damai Suriah
LONDON – Turki tidak akan mengizinkan kelompok Kurdi asal Suriah Utara untuk mengambil bagian dalam negosiasi damai Suriah dan duduk satu meja dalam pihak oposisi pemerintahan Presiden Bashar al Assad. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Perdana Menteri Ahmet Davutoglu.

Meski Unit Pertahanan Rakyat (YPG) dilihat oleh Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu pasukan paling efektif melawan ISIS, Davutoglu menganggap mereka memiliki hubungan dekat dengan kelompok teroris PKK. Turki memang diketahui menghadapi masalah pemberontakan oleh militan PKK yang berasal dari suku Kurdi.

"Terlalu berbahaya jika mereka bergabung dalam negosiasi damai Suriah. Mereka merupakan ancaman langsung bagi Turki," ujar tangan kanan Presiden Recep Tayyip Erdogan itu di sela-sela kunjungannya ke London, Inggris, dilansir The Independent, Rabu (20/1/2016).

Rusia yang merupakan sekutu kunci dari Suriah ingin YPG bergabung dalam negosiasi damai yang akan difasilitasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, Senin 25 Januari. Namun, Davutoglu hanya akan mengizinkan YPG ikut jika mereka termasuk dalam kelompok pendukung rezim Assad.

Tarik ulur jelang negosiasi damai merupakan isu yang cukup mengkhawatirkan. Masing-masing pihak memiliki perbedaan kepentingan. Posisi Presiden Bashar al Assad misalnya. Davutoglu ingin agar pria 50 tahun itu lengser secepatnya karena rakyat Suriah sudah tidak menginginkan dirinya sebagai presiden.

Pria berkacamata itu menyebut selama Assad berada di posisinya, jutaan pengungsi asal Suriah tidak akan pernah kembali ke tempat asalnya. Turki diketahui menampung jutaan pengungsi Suriah yang hendak menuju ke Eropa lewat jalur darat. Davutoglu ingin pemerintahan transisi terbentuk usai negosiasi damai dan diberikan waktu bekerja hingga diadakan pemilu presiden berikutnya.

Namun, Rusia dan sekutunya ingin agar Bashar al Assad tetap menjabat sebagai presiden hingga diadakan pemilu presiden berikutnya. Negeri Beruang Merah beralasan rakyat Suriah lebih pantas menentukan masa depannya sendiri daripada pihak lain.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.