- Home
- Internasional
- Warga Diserang Boko Haram, Presiden Tidak Bantu
Warga Diserang Boko Haram, Presiden Tidak Bantu
Selasa, 02 Feb 2016 14:52
Sabtu 30 Januari 2016 sore waktu setempat, penyerangan brutal bertubi-tubi dilancarkan kelompok pemberontak yang sudah bersumpah setia kepada ISIS itu, di Desa Dalori, empat sampai lima kilometer jauhnya dari Maiduguri, timur laut Nigeria.
Sedikitnya, 86 orang meninggal akibat sejumlah tembakan dan ledakan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam. Serangan itu berawal dari tiga orang perempuan yang meledakkan dirinya atas nama Boko Haram.
Saksi mata mengatakan, kejadian itu sangat miris. Teriakan dan tangisan anak-anak terdengar melolong di udara. Para perempuan dan laki-laki dewasa berlarian ke sana kemari, berusaha menyelamatkan diri sendiri dan anak-anak.
"Orang-orang lari kocar-kacir mencari perlindungan. Beberapa sampai masuk ke sungai di belakang desa dan kami membuat banyak panggilan darurat kepada tentara, tetapi tak satu orang pun datang. Mereka (Boko Haram) mulai menembaki kami dan membakar rumah penduduk. Beberapa dari kami disandera, terutama orang tua yang pasti tidak bisa kabur dari kebakaran," ujar seorang warga pasca kejadian, sebagaimana dikutip dari Independent, Selasa (2/2/2016).
Para pelaku itu tiba-tiba saja bermunculan dari semak-semak dan memporak-porandakan seisi desa yang tenang. Beberapa dari mereka datang menaiki sepeda motor dan beberapa turun dari mobil. Tiga perempuan membuka detonator yang terpasang di rompinya dan meledakkan diri. Berjam-jam selanjutnya, tembakan dan pembakaran rumah-rumah warga dilancarkan.
Sebelumnya, Presiden Nigeria mengatakan sudah berhasil mengalahkan kelompok teroris tersebut. Faktanya, pemerintah hanya menyaring berita-berita penyerangan seolah memang sudah menurun intensitas ketegangannya.
Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, pemerintah negara Benua Hitam itu telah dipaksa mengemis pinjaman dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Afrika. Konflik dalam negeri yang berkepanjangan menyebabkan krisis harga minyak. Sekira USD3,5 miliar dipinjam dari kedua bank tersebut demi menurunkan harga minyak di sana.
Serangan di Desa Dalori disebut sebagai kesalahan terbesar Buhari sejak ia memenangkan pemilu Nigeria 11 bulan yang lalu. Warga meminta tolong, tetapi tak satu pun petugas keamanan datang membantu mereka.
Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur
PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum
Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita
BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam
Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online
Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu
Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam