- Home
- Internasional
- Warga Suriah Bertaruh Nyawa Selamatkan Diri dari Serangan Ganda
internasional
Warga Suriah Bertaruh Nyawa Selamatkan Diri dari Serangan Ganda
Sabtu, 17 Mar 2018 09:35
Sekitar 50.000 warga Suriah melarikan diri dari operasi militer terhadap pasukan pemberontak di Ghouta Timur -yang digempur pasukan Suriah- dan Afrin yang diserang oleh pasukan Turki.
Menurut organisasi pemantau Suriah yang berkantor di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, sekitar 30.000 orang menyelamatkan diri dari Afrin di Suriah utara. Tujuan mereka adalah desa-desa yang dikendalikan oleh pasukan pemerintah Suriah.
Ratusan kepala keluarga meninggalkan Afrin Kamis malam (15/03) di tengah gempuran dari tentara Turki yang diarahkan untuk menghancurkan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi. Kelompok milisi ini oleh Turki dianggap sebagai perpanjangan tangan dari pemberontak Kurdi di wilayah Turki.
Asap tampak membumbung dari Afrin pada Kamis (16/03). (AFP)Dalam serangan pada Rabu malam, setidaknya 18 warga sipil meninggal dunia akibat serangan Turki.
Sebagian besar penduduk Afrin adalah etnik Kurdi dan kota tersebut digempur lewat darat maupun udara oleh pasukan Turki serta sekutu-sekutunya di Suriah.
Ghouta TimurPergerakan penduduk juga terjadi di Ghouta Timur di pinggiran ibu kota Suriah, Damaskus. Sekitar 20.000 orang menyelamatkan diri dari kawasan yang digempur oleh pasukan Suriah untuk melumpuhkan kelompok pemberontak di sana.
Pasukan-pasukan propemerintah diyakini berhasil menguasai kembali 70% wilayah Ghouta Timur setelah berlangsung pertempuran sengit selama tiga minggu terakhir.
Warga sipil menggunakan wilayah yang dikuasai pasukan pemerintah untuk menyelamatkan diri dari Ghouta Timur. (AFP)Di tengah serangan itu, 25 truk pembawa bantuan makanan berhasil memasuki Douma di Ghouta Timur, tetapi Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan bantuan itu hanyalah sebagian kecil dari jumlah yang sejatinya diperlukan.
Setelah kunjungannya ke Ghouta Timur, presiden ICRC Peter Maurer menuturkan bahwa warga di sana sangat lelah mengalami pertempuran dan kekurangan makanan serta obat-obatan.
"Mungkin saya akan mengenang seorang anak laki-laki yang mendekati saya di dekat jalan-jalan di Ghouta Timur dan bertanya apakah saya mempunyai sebotol kecil air minum yang menggambarkan betapa buruk situasinya," paparnya.
"Di banyak tempat di dunia dalam situasi-situasi seperti yang saya saksikan di Ghouta Timur, biasanya lebih banyak permen yang diminta. Di sini, keperluan pokok."
Pergerakan massa penduduk dari Ghouta Timur dan Afrin terjadi ketika perang di Suriah sudah berlangsung selama tujuh tahun yang telah memaksa 12 juta jiwa menyelamatkan diri dari rumah-rumah mereka.
Setidaknya 6,1 juta jiwa menjadi pengungsi dalam negeri sementara sekitar 5,6 juta orang mencari perlindungan di luar Suriah.
(Detik.com)
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener