Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Alasan Perempuan dan Anak Jadi Sorotan Pencegahan Bahaya Rokok

sehat

Alasan Perempuan dan Anak Jadi Sorotan Pencegahan Bahaya Rokok

Rabu, 01 Jun 2016 09:31
Manda/Okezone
Rohika Kurniadi Sari

MEMPERINGATI Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Kementerian Kesehatan RI mengusung tema Suarakan Kebenaran. Melihat dri data Kemenkes dalambkurun 20 tahun, perokok wanita meningkat dari 4,2% (1995) menjadi 6,7% (2013). Rohika kurniadi Sari, Asisten Departemen

"Dampak buruk bagi perempuan yang merokok adalah gangguan langsung pertumbuhan janin yang mengecil dan pertumbuhan anak menjadi kurang berkembang," ujar Mohamad Subuh, Dirjen Pencegahan dan Penyendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI (P2P) Dialog Interaktif Pengendalian Tembakau di Taman Ismail Marzuki, Selasa 31 Mei 2016. 

Menanggapi hal ini Rohika Kurniadi Sari, Asisten Deputi Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mengatakan ada kaitannya yang erat mengapa perempuan dan anak menjadi sorotan utama pencegahan bahaya rokok, selain meningkatnya prevalensi.

"Lifestyle mulai dari remaja ini akan mempengaruhi ketika ia menjadi seorang ibu. Nah ini yang akan memicu perilaku gaya konsumtif menjadi pemicu mengapa perempuan menduduki urutan pertama jumlah perokok negara tertinggi di dunia," ujarnya.

Ia menegaskan hal tersebut menjadi sebuah tantangan bahwa perempuan untuk membawa dampak positif bagi keluarga dan anak-anaknya.

"Kenapa lebih ditekankan kepada perempuan dan anak? Karena perempuan anak lebih dekat dengan sosok seorang ibu. Apa yang ibu lakukan justru akan ditiru oleh anak mereka. Kedua, dampak bagi kesehatan janin. Hal ini alasan mengapa perempuan menjadi tembakan target dalam pencegahan terhadap bahaya rokok," tambah Rohika.

Ia juga mengajak masyarakat, terutama anak-anak untuk ikut andil dalam pencegahan bahaya rokok yang mengancam sesamanya dengan 2P, yakni menjadi pelopor dan pelapor.

"Tak hanya perempuan saja, tetapi keluarga memiliki peranan penting," tandasnya. (okezone.com)

kesehatan
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 17:08

    PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat

    PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal

  • Jumat, 15 Mei 2026 08:55

    PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang

    Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026

  • Jumat, 15 Mei 2026 05:34

    Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas

    PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.