Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Gejala Virus Nipah pada Anak, Cepat Ngantuk hingga Penurunan Kesadaran

Berita

Gejala Virus Nipah pada Anak, Cepat Ngantuk hingga Penurunan Kesadaran

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 06 Feb 2026 13:35
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Orang tua diminta waspada dengan wabah virus Nipah yang mematikan. Pasalnya, virus Nipah bisa menyerang siapa saja, tak hanya orang dewasa, melainkan juga anak-anak.

"Nipah virus itu nggak hanya menyerang pada dewasa, (0:04) dia juga bisa menyerang anak-anak juga. (0:07) Jadi, dia tidak pandang usia. (0:09) Kemudian, gejalanya sebetulnya juga mirip seperti dewasa," papar Dokter Spesialis Otorhinolaryngology Dr. Monik Alamanda, Sp.THT-BKL, kepada Okezone.

Lebih rinci, dia menyebutkan gejalanya antara lain mirip dengan flu. Kemudian, setelah beberapa hari virus akan mulai menyerang otak dan terjadi peradangan.

"Saat itu dia mulai muncul gejala-gejala neurologi, gejala-gejala saraf, misalnya mulai cepat mengantuk, rasa bingung, penurunan kesadaran," jelas dia.

Hingga kini, belum ada obat khusus, antivirus, atau vaksin yang secara resmi disetujui atau berlisensi untuk mengobati infeksi virus Nipah pada manusia maupun hewan. Dr. Monik bilang, pengobatan yang saat ini dilakukan untuk pasien virus Nipah menyesuaikan gejala.

"Pengobatannya itu kalau untuk virus Nipah, dia belum ada obat spesifiknya. Jadi, sekarang itu sifatnya suportif. Jadi, kita sesuai dengan gejala pada pasien. Makanya, much better itu kalau didiagnosis dari dini, jadi kita bisa langsung mengurangi gejala pasiennya, jangan sampai parah banget," imbuhnya.

Untuk diketahui, virus Nipah menjadi sorotan karena tingkat kematiannya yang tinggi. Data Kementerian Kesehatan mencatat, rata-rata angka kematian (case fatality rate) diperkirakan berkisar antara 40% hingga 75%. Rerata tersebut dapat berbeda tergantung pada kemampuan wilayah setempat dalam melakukan penyelidikan epidemiologi, surveilans, dan manajemen klinis kasus.

Data Kemenkes mencatat, pada tahun 2001â€"2025 dilaporkan secara sporadis di Bangladesh dan India. Sebagian besar kasus dan kematian dilaporkan di Bangladesh, yakni sebanyak 341 kasus konfirmasi dengan 243 kematian atau CFR (71%).

Sementara di India, sejak tahun 2001 hingga 2026 telah dilaporkan sebanyak 106 kasus konfirmasi dengan 74 kematian (CFR: 69,8%) di dua negara bagian (West Bengal dan Kerala). Kasus terakhir dilaporkan pada tanggal 14 Januari 2026, sebanyak 2 kasus konfirmasi penyakit virus Nipah dan 3 kasus suspek di West Bengal. Seluruh kasus merupakan tenaga kesehatan. Ini merupakan kasus penyakit virus Nipah pertama di West Bengal setelah terakhir dilaporkan pada tahun 2007. (okezone.com)
Sumber: (Okezone.com)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.