Jumat, 06 Feb 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Gejala Virus Nipah pada Anak, Cepat Ngantuk hingga Penurunan Kesadaran

Berita

Gejala Virus Nipah pada Anak, Cepat Ngantuk hingga Penurunan Kesadaran

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 06 Feb 2026 13:35
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Orang tua diminta waspada dengan wabah virus Nipah yang mematikan. Pasalnya, virus Nipah bisa menyerang siapa saja, tak hanya orang dewasa, melainkan juga anak-anak.

"Nipah virus itu nggak hanya menyerang pada dewasa, (0:04) dia juga bisa menyerang anak-anak juga. (0:07) Jadi, dia tidak pandang usia. (0:09) Kemudian, gejalanya sebetulnya juga mirip seperti dewasa," papar Dokter Spesialis Otorhinolaryngology Dr. Monik Alamanda, Sp.THT-BKL, kepada Okezone.

Lebih rinci, dia menyebutkan gejalanya antara lain mirip dengan flu. Kemudian, setelah beberapa hari virus akan mulai menyerang otak dan terjadi peradangan.

"Saat itu dia mulai muncul gejala-gejala neurologi, gejala-gejala saraf, misalnya mulai cepat mengantuk, rasa bingung, penurunan kesadaran," jelas dia.

Hingga kini, belum ada obat khusus, antivirus, atau vaksin yang secara resmi disetujui atau berlisensi untuk mengobati infeksi virus Nipah pada manusia maupun hewan. Dr. Monik bilang, pengobatan yang saat ini dilakukan untuk pasien virus Nipah menyesuaikan gejala.

"Pengobatannya itu kalau untuk virus Nipah, dia belum ada obat spesifiknya. Jadi, sekarang itu sifatnya suportif. Jadi, kita sesuai dengan gejala pada pasien. Makanya, much better itu kalau didiagnosis dari dini, jadi kita bisa langsung mengurangi gejala pasiennya, jangan sampai parah banget," imbuhnya.

Untuk diketahui, virus Nipah menjadi sorotan karena tingkat kematiannya yang tinggi. Data Kementerian Kesehatan mencatat, rata-rata angka kematian (case fatality rate) diperkirakan berkisar antara 40% hingga 75%. Rerata tersebut dapat berbeda tergantung pada kemampuan wilayah setempat dalam melakukan penyelidikan epidemiologi, surveilans, dan manajemen klinis kasus.

Data Kemenkes mencatat, pada tahun 2001â€"2025 dilaporkan secara sporadis di Bangladesh dan India. Sebagian besar kasus dan kematian dilaporkan di Bangladesh, yakni sebanyak 341 kasus konfirmasi dengan 243 kematian atau CFR (71%).

Sementara di India, sejak tahun 2001 hingga 2026 telah dilaporkan sebanyak 106 kasus konfirmasi dengan 74 kematian (CFR: 69,8%) di dua negara bagian (West Bengal dan Kerala). Kasus terakhir dilaporkan pada tanggal 14 Januari 2026, sebanyak 2 kasus konfirmasi penyakit virus Nipah dan 3 kasus suspek di West Bengal. Seluruh kasus merupakan tenaga kesehatan. Ini merupakan kasus penyakit virus Nipah pertama di West Bengal setelah terakhir dilaporkan pada tahun 2007. (okezone.com)
Sumber: (Okezone.com)

Berita
Berita Terkait
  • Jumat, 06 Feb 2026 15:15

    Pastikan Kepatuhan Regulasi, Pemprov Riau Perkuat Tata Kelola BRK Syariah

    PEKANBARU â€" Pemerintah Provinsi Riau selaku pemegang saham mayoritas menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga integritas dan tata kelola Good Corporate Governance (GCG) di Bank Riau Kepri (BRK) Sya

  • Jumat, 06 Feb 2026 15:10

    Aktivasi eSIM Kini Bisa dari Satu Aplikasi, Lebih Praktis dan Cepat

    PEKANBARU â€" Telkomsel bersama BRKS Mobile menghadirkan inovasi layanan digital terbaru berupa pembelian eSIM Telkomsel langsung melalui aplikasi BRKS Mobile. Layanan ini memberikan pengalaman digita

  • Jumat, 06 Feb 2026 15:04

    PPK Sebut Pembangunan Jembatan Akses Warga Muara Fajar Timur di Tol Lingkar Pekanbaru Masih Berproses

    PEKANBARU â€" Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Pekanbaruâ€"Rengat, Eva Monalisa Tambunan, menyatakan usulan pembangunan jembatan penyeberangan bagi warga Kelurahan Muara Fajar

  • Jumat, 06 Feb 2026 14:55

    Gelontorkan Rp100 M untuk Benahi Drainase Pekanbaru, Pengamat: Bagus, Apa Master Plan-nya Sudah Ada?

    PEKANBARU â€" Kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang akan menggelontorkan anggaran sekitar Rp100 miliar tahun 2026 ini untuk menormalisasi 900 kilometer drainase mendapat apresiasi positif d

  • Jumat, 06 Feb 2026 14:50

    39.513 Ternak Divaksin PMK Tahun 2025, 2026 Targetkan 44.700 Ternak

    PEKANBARU - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau, pada tahun 2025 lalu telah melaksanakan vaksin untuk pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap 39.513 ternak. Untuk tahun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.