(FotoGoriau.com)
SELATPANJANG â€" Kecelakaan laut kembali terjadi di jalur pelayaran Kepulauan Meranti. Dua unit speedboat dilaporkan di perairan antara Pulau Burung dan Pulau Pelembang, Senin malam (2/2/2026). Kejadian yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB kapal tersebut menyebabkan satu orang kru Mega Fajar 5 terjatuh ke laut dan hingga kini belum ditemukan.
Dari informasi yang dirangkum GoRiau.com, peristiwa nahas itu melibatkan Speedboat Mega Fajar 5 yang mengangkut muatan ayam serta Speedboat Levindo 10 yang membawa barang ekspedisi. Berdasarkan informasi awal, Mega Fajar 5 berangkat dari Pelabuhan Bongkar Muat Kota Segara Mentigi, Kepulauan Riau, sekitar pukul 04.30 WIB, dengan muatan sebanyak 260 box ayam.
Speedboat Mega Fajar 5 diawaki lima orang kru, masing-masing nahkoda Darmansyah (53), Kepala Kamar Mesin Ilah Samri (43), serta tiga Anak Buah Kapal yakni M. Arsyad (56), M. Ridwan (62), dan Kamarizom (38). Mayoritas kru berasal dari Desa Mangkapan, Kecamatan Buton, sementara satu kru tercatat berdomisili di Batam.
Benturan keras antar kedua kapal terjadi saat melintas di jalur pelayaran yang cukup ramai. Akibat tabrakan tersebut, M. Ridwan (62), yang merupakan salah satu ABK Mega Fajar 5, terlempar ke laut dan dinyatakan hilang. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Sementara itu, empat kru Mega Fajar 5 lainnya berhasil diselamatkan. Beberapa korban dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk kapal nahkoda yang mengalami cedera serius pada bagian tangan. Para korban dievakuasi menggunakan speedboat menuju Tanjung Balai Karimun dan tiba sekitar pukul 22.00 WIB sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD setempat untuk mendapatkan perawatan medis.
Berbeda dengan Mega Fajar 5, seluruh awak Speedboat Levindo 10 dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka. Kapal tersebut diketahui berlayar dari Tanjung Buton, Kabupaten Siak, menuju Tanjung Uban, Kepulauan Riau.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polair Selatpanjang, dan TNI AL Selatpanjang langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada sore hingga malam hari. Upaya pencarian difokuskan di sekitar perairan Pulau Rangsang yang menjadi titik koordinat terakhir korban terjatuh.
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan mengerahkan seluruh potensi yang tersedia. Selain penyusiran laut, saya ingat juga memanfaatkan jaringan komunikasi maritim untuk memperluas jangkauan informasi.
“Informasi kejadian sudah disiarkan melalui Radio GMDSS kapal Selatpanjang. Seluruh yang melintas di sekitar lokasi kami minta untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” jelasnya.
Untuk memperkuat operasi pencarian, Basarnas juga menunggu kedatangan kapal penyelamat KN 218 dari Dumai. Kapal tersebut akan menjadi armada utama dalam upaya pencarian mengingat perahu cepat milik Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti saat ini masih dalam kondisi perbaikan.
"Kami tidak membatasi area pencarian hanya pada satu titik. Fokus kami adalah wilayah yang paling memungkinkan berdasarkan arus dan kondisi perairan. Begitu kapal KN 218 tiba, pencarian akan kami maksimalkan," tambah Prima.
Hingga Selasa (3/2/2026), pencarian terhadap M. Ridwan (62) masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat, sekaligus mengimbau seluruh pengguna jalur laut di wilayah Kepulauan Meranti untuk meningkatkan kehati-hatian saat berlayar. (grc)
Sumber: GoRiau.com
Peristiwa