Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Pemprov Riau Akan Kurangi Anggaran PBI JKN Bagi Kabupaten Kota yang Mampu

Berita

Pemprov Riau Akan Kurangi Anggaran PBI JKN Bagi Kabupaten Kota yang Mampu

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 06 Feb 2026 15:37
(FotoGoriau.com)
PEKANBARU â€" Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau hingga saat ini masih berkomitmen menyiapkan anggaran Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional dengan rasio pembiayaan 55 persen ditanggung provinsi dan 45 persen oleh kabupaten/kota.

Namun demikian, dukungan Pemprov Riau ke depan akan lebih difokuskan untuk memperkuat kabupaten/kota yang secara kemampuan keuangan masih belum sanggup menanggung beban PBI secara maksimal.

“Pada prinsipnya, hari ini dukungan dari pemerintah provinsi, dalam hal ini Gubernur Riau, adalah untuk memperkuat kabupaten/kota yang memang masih membutuhkan bantuan,” kata Sekdaprov Riau Syahrial Abdi, ditemui di DPRD Riau, Kamis (5/2/2026)

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah daerah yang sebenarnya sudah mampu menanggung pembiayaan PBI secara optimal. Salah satunya adalah Kota Pekanbaru, yang dinilai sudah maksimal dalam mendukung program Universal Health Coverage (UHC).

“Kalau seperti Kota Pekanbaru itu sebenarnya sudah mampu. Begitu juga Kabupaten Kampar,” ujarnya.

Karena itu, jika ke depan dilakukan penyesuaian atau pengurangan rasio pembiayaan dari provinsi, maka kebijakan tersebut hanya akan diterapkan pada kabupaten/kota yang dinilai mampu secara fiskal. Sementara daerah dengan kemampuan keuangan rendah tetap akan mendapat dukungan lebih besar.
“Kalau seperti Kepulauan Meranti, itu masih sangat butuh dukungan yang lebih maksimal dari provinsi,” katanya.

Menurutnya, penentuan rasio pembiayaan ke depan akan mempertimbangkan kemampuan keuangan masing-masing kabupaten/kota, sehingga kebijakan yang diambil lebih adil dan proporsional.
Harapannya, seluruh masyarakat Riau tetap tercover dalam program UHC melalui skema PBI, tanpa ada warga yang kehilangan akses layanan kesehatan.

“Kemarin masih ada laporan masyarakat yang belum terakomodir, dan ini tentu menjadi perhatian kita bersama agar ke depan tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.