Kesehatan
Pertolongan Pertama Jika Tak Sengaja Terpapar Gas Air Mata
Rabu, 22 Mei 2019 13:26
AKSI 22 Mei yang memprotes hasil rekapitulasi Pemilu 2019 tak bisa dimungkiri membuat sejumlah masyarakat merasa khawatir. Kericuhan yang terjadi di sekitar kantr Bawaslu dan Tanah Abang membuat polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membuat massa membubarkan diri. Meskipun sempat berhasil ditangani, suasana di sekitar Stasiun Tanah Abang kembali tidak kondusif sejak pagi tadi.
Suara ledakan dan lemparan masih terdengar jelas. Sisa-sia semprotan gas air mata juga masih ada sehingga membuat massa maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi merasakan matanya perih.
Gas air mata memang dapat memicu peradangan pada selaput lendir mata dan sistem pernapasan. Kandungan dalam bahan kimia tersebut dapat menyebabkan rasa gatal, produksi air mata berlebih, sensasi terbakar, hingga gangguan penglihatan. Selain itu, mereka yang terpapar juga akan mengalami batuk, bersin, hidung berair, nyeri dada, dan sesak napas. Iritasi pada kulit seperti tanda kemerahan, gatal, dan luka bakar pun bisa terjadi.
Gejala-gejala tersebut biasanya timbul kira-kira 30 detik setelah seseorang terpapar gas air mata. Kondisinya baru membaik 10-20 menit kemudian. Melihat gejala yang cukup berat bisa terjadi, tentunya pertolongan pertama setelah terpapar gas air mata harus segera dilakukan. Terlebih jika Anda tidak sengaja terjebak dalam lingkungan yang dipenuhi bahan kimia tersebut.
Berdasarkan informasi yang Okezone rangkum dari berbagai sumber, Rabu (22/5/2019), langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mencari udara segar. Segeralah pergi dari lokasi ditembakannya gas air mata menuju tempat yang lebih aman. Udara segar dapat meredakan gejala akibat paparan gas air mata.
Jika tidak memungkinkan untuk mencari tempat lain, apabila Anda memakai lensa kontak harus segera melepaskannya. Kemudian untuk mengatasi iritasi mata, basuhlah daerah sekitar mata dengan air bersih selama kurang lebih 10 menit untuk meredakan gejalanya. Selain itu, bisa juga menggunakan air garam steril atau cairan infus. Selanjutnya gunakan kacamata pelindung dan masker gas atau respirator.
Jika sesak napas mulai terasa, cobalah menghirup udara dari dalam baju. Namun jika baju juga terpapar gas air mata, cara ini tidak boleh dilakukan. Cara lain untuk mengatasi kesulitan bernapas adalah menggunakan oksigen dan bahkan obat asma. Terakhir, jika busana yang dikenakan terpapar gas air mata segera lepaskan dan basuhlah kulit menggunakan air untuk menghindari iritasi.
Penguatan Transmisi Jadi Sorotan dalam Perbaikan Sistem Kelistrikan Sumatera
JAKARTA - Blackout di Sumatera harus menjadi pengingat pentingnya penguatan jaringan transmisi untuk menjaga pasokan listrik di wilayah tersebut. Jaringan interkoneksi Sumatera yang membentang lintas
Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan KUR Rp65,9 Triliun Jangkau 558 Ribu Petani dan 23 Ribu Nelayan
JAKARTA - Penguatan fondasi ekonomi kerakyatan menjadi fokus PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam menyalurkan pembiayaan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Upaya ini d
Menteri PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Tahap II Rampung Juni 2026
JAKARTA - Pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan sekolah rakyat tahap II agar seluruh proyek rampung pada 20 Juni 2026 dan siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027 di Juli.Hingga 25 Mei 202
Kemendag Take Down 2.639 Iklan Elektronik Bermasalah hingga Maret 2026
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta penurunan (take down) 2.639 iklan elektronik yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan melalui patroli siber pada 21 platform
Kemenag Dukung Aparat Usut Kasus Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyesalkan peristiwa pembubaran ibadah di Gereja Misa Sejahtera, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kemenag juga menegaskan dukungannya terhadap langkah a