Pubertas Prediksi Penyakit di Kemudian Hari
Senin, 10 Agu 2015 11:23
USIA seorang anak mencapai pubertas terkait dengan penyakit yang akan muncul di kemudian hari dalam kehidupan mereka, kata sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Cambridge University. Pubertas merupakan masa transisi biologis dan psikologis dari anak menjadi dewasa.
"Waktu mulainya pubertas baik pada pria dan wanita tampaknya memiliki dampak besar pada kesehatan mereka nanti," kata studi berdasarkan analisis data dari hampir 500 ribu orang di Inggris.
Peneliti menemukan bahwa waktu pubertas dini dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung lebih tinggi pada pria dan wanita. Sementara pubertas terlambat pada wanita dikaitkan dengan risiko kecerdasan rendah, asma, kesehatan secara keseluruhan yang lebih buruk.
"Sampai sekarang, hubungan antara pubertas dini dan risiko penyakit dikaitkan dengan berat badan dan obesitas, tapi temuan kami menunjukkan bahwa pria dan wanita dengan berat badan normal yang mengalami pubertas lebih awal atau terlambat juga dapat membawa risiko ini," kata penulis utama studi, Felix Hari.
Para peneliti yang studinya diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, mengumpulkan data dengan bertanya pada para peserta kapan pubertas mereka mulai, yang ditandai dengan waktu mulainya menstruasi bagi perempuan dan pecahnya pita suara bagi laki-laki.
Seperti dilansir dari Zeenews, Senin (10/8/2015), wanita yang mulai menstruasi antara usia delapan dan sebelas yang digolongkan puber dini, sementara mereka yang mulai mendapatkan salah satu tanda pubertas ini antara usia lima belas dan sembilan belas digolongkan terlambat puber.
Dalam studi tersebut 4,3 persen pria melaporkan mereka "relatif lebih muda" ketika suara mereka pecah, dan 5,9 persen melaporkan mereka "relatif lebih tua", dan sisanya melaporkan mereka berada dalam kategori "rata-rata".
Pria yang puber relatif lebih muda (dibandingkan dengan yang rata-rata), yang ditandai dengan waktu pecahnya pita suara, dikaitkan dengan 14 hasil negatif. Sementara pria yang relatif lebih tua memulai masa remaja dikaitkan dengan 11 hasil negatif, termasuk asma dan sindrom iritasi usus besar.
Dibandingkan dengan kelompok rata-rata, waktu pubertas pada perempuan atau laki-laki yang dini atau terlambat dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi terhadap 48 hasil negatif, termasuk penyakit kanker, kardio-metabolik, ginekologi, gastrointestinal, muskuloskeletal, dan neuro-kognitif.
Jokowi Siap Keliling Indonesia Usai Kesehatan Pulih: Motivasi dan Ketemu PSI di Daerah
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan soal rencana keliling Indonesia seusai lesehatannya pulih. Prabowo juga membenarkan rencana pernah diungkap Relawan Projo itu.Saat ditemui awak media di
Razia di Karaoke Valentine Deli Serdang Berujung Penemuan Pil Ekstasi
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang menemukan narkotika jenis ekstasi di tempat hiburan Karaoke Valentine, Kecamatan Beringin."Diduga peredaran obat terlarang di Karaoke Valen
Ledakan dari Pabrik Kimia di Cilegon, Tercium Bau Menyengat
Jakarta-Ledakan terdengar dari pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia (PT MCCI) atau yang sebelumnya dikenal sebagai PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI). Ledakan terjadi pada Senin (25/5/2026) s
Pemprov Tetapkan Direktur Keuangan dan Direktur Operasional PT Riau Petroleum
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menetapkan Calon Direktur Operasional dan Calon Direktur Keuangan PT Riau Petroleum.Penetapan dua direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau itu m
Taklukkan Rute Pekanbaru-Payakumbuh, Jurnalis dan Vlogger Rekam Sensasi Berkendara Bersama Honda AT High
Riauterkini-PAYAKUMBUH-Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) sukses menggelar kegiatan touring bertajuk Media & Vlogger Premium Explore : Capturing the Comfor