Senin, 27 Jul 2026

Pubertas Prediksi Penyakit di Kemudian Hari

Senin, 10 Agu 2015 11:23
Huffingtonpost
Remaja

USIA seorang anak mencapai pubertas terkait dengan penyakit yang akan muncul di kemudian hari dalam kehidupan mereka, kata sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Cambridge University. Pubertas merupakan masa transisi biologis dan psikologis dari anak menjadi dewasa.

"Waktu mulainya pubertas baik pada pria dan wanita tampaknya memiliki dampak besar pada kesehatan mereka nanti," kata studi berdasarkan analisis data dari hampir 500 ribu orang di Inggris.

Peneliti menemukan bahwa waktu pubertas dini dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung lebih tinggi pada pria dan wanita. Sementara pubertas terlambat pada wanita dikaitkan dengan risiko kecerdasan rendah, asma, kesehatan secara keseluruhan yang lebih buruk.

"Sampai sekarang, hubungan antara pubertas dini dan risiko penyakit dikaitkan dengan berat badan dan obesitas, tapi temuan kami menunjukkan bahwa pria dan wanita dengan berat badan normal yang mengalami pubertas lebih awal atau terlambat juga dapat membawa risiko ini," kata penulis utama studi, Felix Hari.

Para peneliti yang studinya diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, mengumpulkan data dengan bertanya pada para peserta kapan pubertas mereka mulai, yang ditandai dengan waktu mulainya menstruasi bagi perempuan dan pecahnya pita suara bagi laki-laki.

Seperti dilansir dari Zeenews, Senin (10/8/2015), wanita yang mulai menstruasi antara usia delapan dan sebelas yang digolongkan puber dini, sementara mereka yang mulai mendapatkan salah satu tanda pubertas ini antara usia lima belas dan sembilan belas digolongkan terlambat puber.

Dalam studi tersebut 4,3 persen pria melaporkan mereka "relatif lebih muda" ketika suara mereka pecah, dan 5,9 persen melaporkan mereka "relatif lebih tua", dan sisanya melaporkan mereka berada dalam kategori "rata-rata".

Pria yang puber relatif lebih muda (dibandingkan dengan yang rata-rata), yang ditandai dengan waktu pecahnya pita suara, dikaitkan dengan 14 hasil negatif. Sementara pria yang relatif lebih tua memulai masa remaja dikaitkan dengan 11 hasil negatif, termasuk asma dan sindrom iritasi usus besar.

Dibandingkan dengan kelompok rata-rata, waktu pubertas pada perempuan atau laki-laki yang dini atau terlambat dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi terhadap 48 hasil negatif, termasuk penyakit kanker, kardio-metabolik, ginekologi, gastrointestinal, muskuloskeletal, dan neuro-kognitif.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Senin, 27 Jul 2026 09:52

    Bakti Sosial IKTS Pekanbaru Disambut Antusias, Warga Nikmati Layanan Kesehatan Gratis

    PEKANBARU â€" Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang (IKTS) Pekanbaru kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gr

  • Senin, 27 Jul 2026 09:49

    PDIP Buka Suara Soal Kaesang Incar Dapil Puan

    PDI Perjuangan menanggapi wacana Kaesang incar dapil Puan dengan maju pada Pileg 2029 dari Dapil V Jawa Tengah. Respons partai disampaikan Ketua DPD PDIP Jateng, Dolfie Othniel Frederic Palit.Dapil V

  • Senin, 27 Jul 2026 09:47

    Dudung Kecam Aksi Main Hakim Sendiri Tewaskan Terduga Maling Ayam di Bali

    Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, mengutuk tindakan main hakim sendiri kematian KD, terduga pencuri ayam yang diamuk massa di Kabupaten Tabanan, Bali. Ia menegaskan ke

  • Senin, 27 Jul 2026 09:42

    Gadis Piatu di NTT Jadi Korban Pencabulan Anggota Keluarga

    Polres Alor menahan tiga kerabat seorang remaja berinisial FR (14) sebagai tersangka persetubuhan terhadap anak. Perkara ini mengemuka sebagai dugaan persetubuhan keluarga yang melibatkan paman, ayah,

  • Senin, 27 Jul 2026 09:32

    Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti, RAPP Dukung Gerakan Nasional Hari Mangrove Sedunia

    SELATPANJANG â€" Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian dan mendorong partisipasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian ekosistem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki