Rabu, 03 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Tren Konsumsi Plasenta Seusai Melahirkan, Benarkah Aman?

Kesehatan,

Tren Konsumsi Plasenta Seusai Melahirkan, Benarkah Aman?

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 06 Agu 2025 16:06
Berita satu.com
Tren mengonsumsi plasenta setelah melahirkan kembali jadi sorotan seusai istri DJ Calvin Harris, Vick Hope, mengaku akan menelannya dalam bentuk kapsul. Namun, para ahli kesehatan memperingatkan, kebiasaan ini tidak terbukti bermanfaat dan justru berisiko menimbulkan infeksi berbahaya bagi ibu maupun bayi.

Dalam proses pembuatannya, plasenta digiling dalam kondisi mentah atau setelah dikeringkan, lalu dijadikan kapsul yang tidak berbau dan tidak berasa.

Di kalangan komunitas gaya hidup sehat, konsumsi plasenta, baik dalam bentuk kapsul kering, dimasak, dipanggang, atau diblender menjadi smoothie, diyakini bisa membantu ibu pulih lebih cepat, menambah energi, meningkatkan kadar zat besi, hingga mencegah depresi pascamelahirkan. Namun, para dokter menegaskan klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah.

“Tidak ada bukti efektivitas mengonsumsi plasenta dalam mencegah depresi pascamelahirkan, meningkatkan energi, atau mengurangi pendarahan. Mengonsumsi plasenta justru bisa berbahaya,” jelas Philippa Kaye, dokter kandungan dan kesehatan seksual, dikutip dari Daily Mail, Rabu (6/8/2025).

Sebelumnya pada 2017,  seorang bayi terinfeksi Streptococcus grup B setelah ibunya mengonsumsi kapsul plasenta. Infeksi tersebut ditularkan melalui ASI. Streptococcus grup B diketahui menyebabkan kematian sekitar satu bayi setiap minggu di Inggris dan 50.000 orang per tahun di seluruh dunia.

Penelitian pada 2018 juga menunjukkan, perempuan yang mengonsumsi kapsul plasenta tidak mengalami perubahan signifikan pada suasana hati, tingkat energi, atau ikatan emosional dengan bayi.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 02 Jun 2026 17:49

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, 800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter

    Puncak Jaya-Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, diwarnai dengan aksi kolosal pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter, Senin (1/6/2026). Aksi Ki

  • Selasa, 02 Jun 2026 17:44

    Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

    Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:30

    Jelang Musim Kemarau, RAPP Dukung Upaya Pemkab Pelalawan Perkuat Pencegahan Karhutla .

    PANGKALAN KERINCI-Menjelang musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Kantor

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:22

    26 Tahun Dimakamkan, Jenazah Abu Zamroh Warga Inhu Riau Ditemukan Masih utuh Saat Pemindahan Makam

    Saat sang ayah meninggal dunia, Miyos baru saja menyelesaikan pendidikan SMP dan berusia sekitar 15 tahun.Ia masih mengingat kondisi keluarga mereka saat itu yang hidup dalam kondisi susah.Rumah seder

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:00

    Pasca Libur Idul Adha, Permohonan Paspor di Imigrasi Bengkalis Tetap Normal

    BENGKALIS-Pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis pasca libur bersama Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi terpantau berjalan normal tanpa adanya lonjakan signifikan, baik untuk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.