Kamis, 11 Jun 2026

Waspada! Pengharum Ruangan Bisa Jadi Racun

Selasa, 23 Feb 2016 15:34
(foto: Morror)
ilustrasi

LONDON - Uap toksik dari penyegar udara dan produk pembersih rumah menjadi penyebab ribuan orang meninggal.

Dilansir Solopos dari Mirror, Selasa (23/2/2016), data terakhir menyebutkan benda dan peralatan rumah tangga atau kantor memiliki hubungan dengan kematian 99.000 orang di Eropa.

Laporan dari Royal College of Physicians (RCP) dan the Royal College of Paediatrics and Child Health (RCPCH) mengungkapkan mengenai bahaya tersembunyi dari pembersih yang digunakan di rumah.

Setiap hari, produk pembersih dapur, pemanas air dan semprotan obat nyamuk berkontribusi terhadap kualitas udara di dalam ruangan. Laporan ini dipublikasikan dengan judul Setiap Nafas yang Kita Hiruf : Bahaya Polusi Udara dalam Jangka Panjang.

Emisi karbon moniksida yang paling fatal dari penyegar udara. Tiap digunakan, senyawa kimia yang terkandung di dalamnya, yang bernama olatile organic dapat menyerang paru-paru dan serangan jantung.

Walaupun anak muda dan lanjut usia yang biasa terpapar bahan kimia tersebut, sebenranya bahaya jangka panjang itu dapat dialami setiap orang dari berbagai usia.

Polusi udara ini dapat juga memiliki dampak buruk lain, misal janin tidak berkembang sempurna, paru-paru dan ginjal juga tak dapat berkembang hingga keguguran.

"Selain itu, polusi ini dapat mengakibatkan risiko serangan jantung dan stroke lebih tinggi. Semakin lama menghirup, penyakit lain yang dapat terjadi adalah asma, diabetes, dimensia, obesitas dan kanker," papar laporan tersebut.

Melalui penelitian ini diharapkan pemerintah memberikan kekuatan baru bagi otoritas lokal melindungi masyarakat dengan membatasi penggunaan emisi di luar ruangan. Jika terdeteksi peningkatan polusi udara, pihak terkait dapat menutup atau mengalihkan jalan, terutama daerah yang berada di dekat sekolah.

Dr Andrew Goddard, dari Royal College of Physicians, mengatakan," "Ketegasan mengatasi polusi udara di Inggris akan mengurangi rasa sakit dan penderitaan dalam jangka panjang bagi banyak orang," terangnya. (okezone.com)

kesehatan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 14:42

    Israel Gempur Lebanon Selatan, 12 Orang Tewas

    Beirut-Serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon menewaskan sedikitnya 12 orang pada Rabu (10/6/2026) menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, Perdana Men

  • Kamis, 11 Jun 2026 13:45

    Kejagung Analisis 3 Barang Penting Ungkap Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah barang bukti dari enam lokasi penggeledahan di Jakarta. Kejagung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Ma

  • Kamis, 11 Jun 2026 13:24

    Mahasiswa Jabodetabek Demo di Bundaran HI Besok

    Jakarta - Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai universitas di Jabodetabek bakal turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dinilai semakin m

  • Kamis, 11 Jun 2026 13:17

    Edarkan Ganj, Dua Buruh di Pangkalan Lesung, Pelalawan Ditangkap

    PELALAWAN â€" Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) PolrePelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis daun ganja kering di wilayah Kecamatan Pangkalan Lesung. Dalam pengungkapan tersebut, pol

  • Kamis, 11 Jun 2026 11:10

    KPK Tahan 2 Tersangka Terkait OTT Pegawai BPK

    Jakarta - KPK menahan dua orang usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pegawai BPK. OTT tersebut merupakan lanjutan dari kasus suap yang melibatkan Bupati Muara Enim nonaktif Ed

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.