Kamis, 28 Mei 2026
Yudiana Minta Warga kota Tanjungpinan Jangan Panik Apotek kehabisan Stok Masker
Rvi
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 04 Mar 2020 09:37
Rvi
Tanjungpinang - Faktor utama kelangkaan itu karena masyarakat takut, mereka yang tidak sakit lantas ikut membeli. Menurut saya belum saatnya kita disini menggunakan masker, ucapnya.
Tjetjep menilai, kelangkaan masker tersebut juga tidak bisa dihindari karena minimnya produsen masker di Indonesia serta seluruh produsen masker tersebut merupakan perusahaan swasta yang tidak ada campur tangan pemerintah didalamnya.
Dari beberapa lokasi tempat yang biasa menjual masker, seperti apotek dan minimarket, tak ada satupun masker yang tersedia. di Apotek kimia farma Menurut kamal, seorang yang bekerja di Kimia Farma Apotek wilayah kota Tanjungpinang , kelangkaan masker sudah terjadi dalam kurun waktu sudah hampir sebulan ini. Jln.MT Haryono km 3,5 ,Selasa ( 03/03/2020 ).
"Ya memang kosong itu emang sudah mau sebulan ini. Sejak pertama kali virus corona nyebar masker mulai terbatas," kata kamal di tempatnya bekerja, apotek Kimiafarma yang berada di Kota Tanjungpinang.
Bahkan, kata Kamal, selain langka, masker pun juga mengalami kenaikan harga. Terakhir, kata dia, harga masker mencapai Rp300 ribu/boks."Semenjak itu ada kenaikan harga, karena di luar sudah naik dan kita juga tidak dapat stoknya,ada masuknya cuma 20 kotak terakhir,sekarng sudah di pesan katanya.
Hal serupa juga diungkapkan pria yang bekerja di salah satu minimarket di wilayah Kota Tanjungpinang .Ali, "Iya sejak sebulan lalu masker yang ada tidak mencukupi .
Sekalinya ada, itu langsung diborong,habis.Tidak mengerti deh itu orang beli untuk stok atau dijual lagi.Kita hanya menjual di sini," katanya di salah satu mimimarket yang berada di kota Tanjungpinang .
Menurutnya, virus corona bukan hanya berpengaruh terhadap ketersediaan masker.
"Ini juga tak tahu kenapa, orang juga ramai yang beli mie, Beras, minyak juga," ucapnya. (Rvi)
komentar Pembaca