5 Alasan Mengapa Pasangan Berselingkuh
Sabtu, 24 Feb 2018 15:13
PERSELINGKUHAN merupakan salah satu faktor utama hancurnya sebuah hubungan. Tidak hanya menguras air mata, selingkuh juga dapat memicu perceraian bahkan kekerasan dalam rumah tangga.
Hingga saat ini, kasus perselingkuhan masih menjadi perhatian utama para ahli, karena pada kenyataannya banyak sekali faktor yang dapat memicu terjadinya perselingkuhan.
Menurut Dylan Selterman, seorang psikolog yang baru saja menerbitkan hasil penelitiannya di The Journal of Sex Research, masih banyak yang menyalahkan diri sendiri ketika pasangannya berselingkuh.
"Disini kita berbicara mengenai sebuah ide bahwa manusia selalu bersikap sembrono, dan bahkan ketika semuanya dirasa berjalan dengan baik, bukan berarti tidak ada keinginan untuk mendapatkan yang lebih. Setidaknya dalam hal pengalaman lebih dengan pasangan lainnya," tutur Selterman.Fakta tersebut diutarakan Selterman setelah melakukan survey terhadap 495 orang yang mengaku telah "menipu" pasangan mereka. Ia menemukan beberapa motivasi dasar yang memicu seseorang untuk berselingkuh, berikut ulasan lengkapnya sebagaimana dilansir dari Today.
Rasa cinta mulai berkurang
Salah satu alasan banyaknya pasangan yang memutuskan untuk
selingkuh adalah berkurangnya rasa cinta. Anda sudah tidak lagi
merasakan cinta yang penuh gairah, atau seperti pada momen ketika Anda
pertama kali jatuh cinta pada sang kekasih. "Kurangnya cinta bisa
menjadi salah satu motivasi terkuat untuk berselingkuh," catat
Selterman.
Kurangnya kepuasan seksual
Merasa tidak puas dengan kehidupan seks Anda? Mungkin pasangan Anda sudah kehilangan minat atau Anda ingin mencoba sesuatu yang baru tapi tidak dapat diberikan oleh pasangan Anda. "Kami menemukan bahwa banyak orang yang termotivasi untuk melakukan perslingkuhan karena mereka selalu tidak puas dengan kehidupan seksnya. Ini sebetulnya sangat berkaitan dengan orientasi atau identitas mereka sendiri," katanya.
Merasa terabaikan
Selain masalah seksual, banyak hubungan yang berakhir tragis karena kurangnya perhatian yang diberikan oleh salah satu pasangan. Jika terus dibiarkan, permasalahan ini akan semakin krusial dan berujung pada persilungkahan.
Variasi
Sebagian orang menganggap bahwa hidup hanya satu kali, jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Motto hidup seperti ini sering digunakan banyak orang untuk mencoba menjalin hubungan sebanyak mungkin hanya demi kepuasan seksual.
Tidak memiliki komitmen yang kuatAlasan yang satu ini sebertulnya berorientasi pada ekslusivitas masing-masing individu. Menurut Selterman, beberapa orang mengaku bahwa mereka tidak pernah mendiskusikan hal-hal apa saja yang sekiranya dapat menimbulkan kesan ekslusivitas di dalam hubungan.
"Banyak yang mengatakan mereka tidak ingin terlalu dekat, atau tidak bisa membayangkan kehidupan masa depannya bersama pasangan. Ini sangat penting diperhatikan, karena ketika Anda menjalin hubungan, Anda harus membangun komitmen yang kuat dan merentuhkan ego atau ekslusivitas masing-masing," tukas Selterman.
(okezone.com)
Lifestyle
Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda Musnahkan Miras Ilegal
Puncak Jaya-Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda melaksanakan pemusnahan barang bukti Minuman Keras (Miras) ilegal hasil sitaan, bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik
Wakil Panglima TNI Tinjau Pembangunan Yonif TP 936/Satria Joyokusumo dan Situs Bersejarah di Jawa Tengah
Magelang-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa melaksanakan peninjauan rehabilitasi dan pembangunan sejumla
Krisis Energi dan Ekonomi Bayang-Bayangi Israel dalam Dua Dekade Mendatang
Pengawas Negara Israel, Matanyahu Englman, memperingatkan bahwa Israel berisiko kehilangan kemandirian energi dalam dua dekade ke depan.Jika tingkat konsumsi saat ini terus berlanjut, negara itu kemun
Soal Pengangkatan Tenaga Ahli oleh Kepala Daerah, Ini Kata Prof Djohermansyah
PEKANBARU-Pakar Otonomi Daerah Prof Djohermansyah Djohan menilai pengangkatan tenaga ahli oleh kepala daerah merupakan hal yang lumrah. Hal itu juga menjadi kewenangan kepala daerah dalam menjalankan
Prabowo Respons Kritik Makan Bergizi Gratis Minta Penolak Turun Langsung Jumpai Masyarakat
JAKARTA - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026) diwarnai aksi antusias peserta yang membentangkan spanduk