Sabtu, 27 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Ajarkan Anak Berpikir seperti Ini agar Memahami Kesalahannya

Family & Career

Ajarkan Anak Berpikir seperti Ini agar Memahami Kesalahannya

Selasa, 30 Agu 2016 10:29
Familyshare
Pola asuh

BERKALI-KALI orangtua mengajarkan anak meminta maaf secara tulus. Tapi apakah benar, anak sudah meminta maaf dengan tulus dan menyadari kesalahan mereka, sekaligus diikuti rasa sesal.

Psikolog Anak dari Amerika Serikat, Carl Pickhardt memiliki cara tentang bagaimana membuat anak benar-benar menyadari kesalahan mereka dan diikuti oleh rasa sesal. Seperti dilansir Familyshare, Selasa (30/8/2016), berikut tiga langkah penting sebelum memaafkan anak.

Sensitivitas

Untuk membantu anak memahami bahwa mereka telah menyakiti seseorang, orangtua harus mengajukan pertanyaan. Tantang anak untuk menempatkan diri seperti orang lain. Biarkan anak merasakan bagaimana tindakan mereka telah menyakiti perasaan orang lain.

Misalnya, jika dia mengambil mainan adiknya. Kemudian ajukan pertanyaan ini, untuk menciptakan empati pada anak. Dengan begitu mereka akan merasakan efek emosi yang sama.

Evaluasi

Tujuan evaluasi adalah untuk menciptakan konteks moral dan recall atas tindakan anak. Orangtua ingin membesarkan anak dengan kompas moral yang kuat, untuk itu bantu mereka membangun ini.

Jelaskan tentang tindakan mereka dan beritahu apa yang salah. Pandu anak melewati proses berpikir yang benar.

Konsekuensi

Setelah menetapkan proses etika, mulailah untuk menemukan solusi. Apa yang anak harus rasakan dampaknya atas tindakan mereka. Ajarkan mereka tentang konsekuensi. Sehingga muncul penyesalan yang tulus dari diri anak.

Dengan begitu, anak akan dewasa secara berpikir dan tindakan. Itu adalah tugas orangtua memdidik anak. Ajarkan mereka cara menebus kesalahan.(Okezone.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Mar 2026 14:58

    Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan

    JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe

  • Senin, 16 Mar 2026 15:21

    Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya

    JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa

  • Senin, 16 Mar 2026 15:17

    Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan

    JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:18

    Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial

    JAKARTA  - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya

  • Sabtu, 07 Mar 2026 14:31

    Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

    JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.