Rabu, 29 Apr 2026

Aturan Desainer Rilis Busana Haute Couture

Kamis, 20 Agu 2015 21:27
Style2designer
Aturan busana couture

HAUTE couture atau di Indonesia disebut dengan adibusana, merupakan salah satu koleksi masterpiece yang dianggap sebagai identitas atau simbol prestise seorang desainer dalam merilis sebuah karya. Sesuai artinya, couture merupakan hasil karya dengan tingkat kesulitan tinggi.

Seperti diketahui, haute couture berawal dari sekumpulan desainer yang tergabung dalam asosiasi dan organisasi yang disebut dengan couturier.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa desainer merilis koleksi yang diklaim sebagai couture. Lantas bagaimana tanggapan ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Ali Charisma, mengemukakan jawabannya.

"Tergantung bagaimana pandangan dari orang fesyen. Kalau hanya beberapa orang saja yang masuk asosiasi tersebut di Paris memang tidak fair. Tetapi, kalau tiba-tiba merilis busana gaun malam juga belum tentu disebut dengan couture," tutur Ali Charisma, yang ditemui Okezone dalam sebuah acara di kawasan Cinere, Depok.

Pemberian label couturier sebenarnya tidak boleh sembarangan. Sebab, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seorang desainer agar bisa mengklaim karyanya termasuk couture. Salah satu diantaranya adalah mempekerjakan minimal sepuluh orang lokal Prancis.

"Desainer muda yang ingin merilis koleksi busana lalu dinamakan dengan koleksi adibusana juga tidak boleh. Tetapi memang tidak harus desainer yang sudah senior, kecuali desainer yang pekerjaannya sudah bagus sedari awal, tidak apa-apa, tetapi itu juga tidak menentukan," ungkap Ali Charisma.

Perlu diketahui bahwa couturier adalah jenis busana yang dikerjakan melalui pekerjaan tangan. Disamping itu, busana juga harus mencerminkan sebuah karya yang masterpiece.

 

"Suatu busana yang sangat bagus meski dikerjakan dengan tangan kalau hasilnya biasa saja tidak dapat disebut dengan couture. Begitu juga busana yang pakai swarovski dengan harga yang fantastis juga belum tentu disebut dengan couture. Karenanya, menyebut karya couture tidak dapat sembarangan harus benar-benar melakukannya dengan pekerjaan tangan, bahkan memasang manik-manik harus rapi dan dapat menjadi suatu inspirasi bukan yang sering dilakukan," kata Ali Charisma seraya menutup perbincangan.

(okezone.com)
Lifestyle
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.