Aturan Desainer Rilis Busana Haute Couture
Kamis, 20 Agu 2015 21:27
HAUTE couture atau di Indonesia disebut dengan adibusana, merupakan salah satu koleksi masterpiece yang dianggap sebagai identitas atau simbol prestise seorang desainer dalam merilis sebuah karya. Sesuai artinya, couture merupakan hasil karya dengan tingkat kesulitan tinggi.
Seperti diketahui, haute couture berawal dari sekumpulan desainer yang tergabung dalam asosiasi dan organisasi yang disebut dengan couturier.
Di Indonesia sendiri, ada beberapa desainer merilis koleksi yang diklaim sebagai couture. Lantas bagaimana tanggapan ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Ali Charisma, mengemukakan jawabannya.
"Tergantung bagaimana pandangan dari orang fesyen. Kalau hanya beberapa orang saja yang masuk asosiasi tersebut di Paris memang tidak fair. Tetapi, kalau tiba-tiba merilis busana gaun malam juga belum tentu disebut dengan couture," tutur Ali Charisma, yang ditemui Okezone dalam sebuah acara di kawasan Cinere, Depok.
Pemberian label couturier sebenarnya tidak boleh sembarangan. Sebab, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seorang desainer agar bisa mengklaim karyanya termasuk couture. Salah satu diantaranya adalah mempekerjakan minimal sepuluh orang lokal Prancis.
"Desainer muda yang ingin merilis koleksi busana lalu dinamakan dengan koleksi adibusana juga tidak boleh. Tetapi memang tidak harus desainer yang sudah senior, kecuali desainer yang pekerjaannya sudah bagus sedari awal, tidak apa-apa, tetapi itu juga tidak menentukan," ungkap Ali Charisma.
Perlu diketahui bahwa couturier adalah jenis busana yang dikerjakan melalui pekerjaan tangan. Disamping itu, busana juga harus mencerminkan sebuah karya yang masterpiece.
"Suatu busana yang sangat bagus meski dikerjakan dengan tangan kalau hasilnya biasa saja tidak dapat disebut dengan couture. Begitu juga busana yang pakai swarovski dengan harga yang fantastis juga belum tentu disebut dengan couture. Karenanya, menyebut karya couture tidak dapat sembarangan harus benar-benar melakukannya dengan pekerjaan tangan, bahkan memasang manik-manik harus rapi dan dapat menjadi suatu inspirasi bukan yang sering dilakukan," kata Ali Charisma seraya menutup perbincangan.
Lahan Pertanian Hancur Diterjang Rob, DPRD Riau Minta Pemprov Bangun Tanggul di Meranti
PEKANBARU - Bencana banjir pasang air laut atau rob yang terus melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti berdampak fatal bagi kelangsungan hidup warganya. Genangan air asin yang datang secara berkal
Satpol PP Pekanbaru Siap Tertibkan Lagi PKL Stadion Utama Riau
PEKANBARU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru kembali melayangkan peringatan kepada pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti. Petugas menegaskan aka
'Bukan Cari Kaya, Cuma Ingin Bertahan Hidup', Keluh PKL Stadion Utama Riau
PEKANBARU - Enam hari pascapenertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, bangunan permanen di lokasi terseb
Kuasa Hukum Pastikan Suhardiman Amby Tak Ajukan Praperadilan Terhadap KPK
TELUKKUANTAN â€" Kuasa hukum Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, nonaktif Suhardiman Amby menegaskan bahwa pihaknya tidak mengajukan gugatan praperadilan terkait penanganan perkara hukum yang te
Telan Kerugian Rp24 Miliar, PLTU Koto Ringin Siak Diusulkan Jadi Pembangkit Surya
PEKANBARU - Rencana kelanjutan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Koto Ringin berkapasitas 3x2 megawatt (MW) di Kabupaten Siak dinilai berisiko menambah beban investasi. Proyek yang mang