Brand Fashion Muslim Semakin Menjamur di Eropa
Jumat, 09 Feb 2018 16:03
SAMA dengan muslim di Indonesia, perempuan muslim Eropa gemar berpakaian modis namun tetap sederhana serta berhijab. Bahkan industri fashion muslim di Eropa pun tengah berkembang.
Kegemaran wanita muslim Indonesia berkreasi dengan hijab agar tetap modis saat berhijab merupakan salah satu pemicu berkembangnya industri fashion di tanah air. Sementara itu perempuan muslim Eropa juga banyak yang peduli dengan penampilan sehari-hari mereka.
Penampilan muslim Eropa sama dengan wanita Eropa pada umumnya. Saat musim dingin mereka memakai coat, sepatu boot dan syal. Hanya saya ditambah memakai hijab. Warnanya pun tak secolorful di Indonesia. Kebanyakan warna yang dipakai adalah warna-warna kalem seperti putih, hitam, dan cokelat.
Berawal dari kesadaran akan adanya kebutuhan pakaian dengan desain yang lebih bagus dan sesuai kebutuhan umat muslim bermunculanlah toko pakaian muslim di Eropa. Salah satunya adalah Shukr, salah satu e-commerce pakaian muslim pertama yang memenuhi kebutuhan umat muslim Eropa akan pakaian tradisional muslim yang tetap stylish.
Selain itu, Industri fashion muslim diperkirakan akan berkembang pesat dimana umat muslim diprediksi akan menghabiskan USD 328 miliar pada tahun 2019. Jumlah umat muslim yang diperkirakan akan mencapai 29% dari total populasi dunia pada tahun 2030 juga semakin memperkuat anggapan bahwa bisnis fashion muslim akan semakin menguntungkan.
Pemain lainnya di bisnis fashion muslim Eropa adalah Modanisa,
website fashion muslim dari Turki yang menjual pakaian muslim ke 60
negara. Terdapat lebih dari 200 brand pakaian muslim di Modanisa, yang
dibangun pada tahun 2012 oleh Kerin Ture.
Di Rusia pun terdapat Bella Kareema fashion, sebuah brand pakaian muslim untuk wanita muslim Rusia yang dibuat oleh wanita muslim Rusia bernama Dilyara Sadrieva.
Berawal dari hobi membuat pakaian muslim untuk dirinya sendiri, Sadrieva mengembangkan brandnya karena kebanyakan pakaian muslim yang dijual di Rusia berasal dari Turki dan Timur Tengah, dimana pakaian tersebut tidak cocok untuk iklim Rusia yang dingin dan selera pasar Rusia.
Tak ingin ketinggalan, brand internasional hingga desainer kelas dunia pun beramai-ramai meluncurkan koleksi pakaian muslim, diantaranya adalah DLNY, Uniqlo, H&M, hingga Dolce & Gabbana yang mengeluarkan koleksi abaya dan hijab.
(okezone.com)
Lifestyle
Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda Musnahkan Miras Ilegal
Puncak Jaya-Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda melaksanakan pemusnahan barang bukti Minuman Keras (Miras) ilegal hasil sitaan, bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik
Wakil Panglima TNI Tinjau Pembangunan Yonif TP 936/Satria Joyokusumo dan Situs Bersejarah di Jawa Tengah
Magelang-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa melaksanakan peninjauan rehabilitasi dan pembangunan sejumla
Krisis Energi dan Ekonomi Bayang-Bayangi Israel dalam Dua Dekade Mendatang
Pengawas Negara Israel, Matanyahu Englman, memperingatkan bahwa Israel berisiko kehilangan kemandirian energi dalam dua dekade ke depan.Jika tingkat konsumsi saat ini terus berlanjut, negara itu kemun
Soal Pengangkatan Tenaga Ahli oleh Kepala Daerah, Ini Kata Prof Djohermansyah
PEKANBARU-Pakar Otonomi Daerah Prof Djohermansyah Djohan menilai pengangkatan tenaga ahli oleh kepala daerah merupakan hal yang lumrah. Hal itu juga menjadi kewenangan kepala daerah dalam menjalankan
Prabowo Respons Kritik Makan Bergizi Gratis Minta Penolak Turun Langsung Jumpai Masyarakat
JAKARTA - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026) diwarnai aksi antusias peserta yang membentangkan spanduk