Minggu, 14 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Cerita Kesurupan Massal di SMK Jakarta, Satu Sekolah Sampai Harus Diruqyah

Keluarga

Cerita Kesurupan Massal di SMK Jakarta, Satu Sekolah Sampai Harus Diruqyah

Kamis, 08 Agu 2019 10:14
okezone.com
Ilustrasi kesurupan massal di sekolah

Peristiwa kesurupan massal seringkali terjadi di sejumlah sekolah menengah. Termasuk di salah satu SMK farmasi di Jakarta beberapa tahun silam. Seorang narasumber yang kebetulan bersekolah di SMK tersebut menceritakan kisahnya bersama teman-teman ketika mengalami kesurupan massal kepada Okezone.

Narasumber bernama Tya itu menuturkan peristiwa kesurupan massal terjadi di tahun 2010. Peristiwa bermula pada saat adik kelasnya, sekolompok siswa laki-laki kelas XI, belajar di kosan menjelang praktek resep obat. Mereka belajar hingga pagi hari dan tidak tidur alias begadang. Keesokan harinya, salah seorang siswa laki-laki itu mengalami kesurupan di sekolah. Ternyata teman Tya ikut kesurupan padahal tidak ikut belajar bersama.

"Teman saya yang ikut-ikutan kesurupan itu matanya menjadi merah dan suaranya jadi kayak macan. Lalu oleh guru agama adik kelas dan teman saya dibawa ke mushola untuk dibantu mengeluarkan roh halus sambil didoain," tutur Tya saat dihubungi melalui pesan singkat.

Namun peristiwa tak berhenti sampai di situ saja. Keeseokan harinya sejumlah siswi di SMK farmasi tersebut juga mengalami kesurupan. Peristiwa itu berlangsung selama seminggu dan semakin banyak siswa yang mengalami kesurupan. Tapi lebih rentan terjadi pada siswi perempuan.

"Sampai tiba-tiba kayak ada paranormal yang datang ke sekolah bawa ayam hitam. Dia bilangnya mau bantu, tapi enggak jelas asalnya dari mana. Akhirnya guru saya mengusir paranormal tersebut," ucap Tya.

Seminggu setelah kesurupan massal, sekolah akhirnya diliburkan untuk meredam suasana. Pada hari masuk sekolah, tidak ada lagi kejadian kesurupan. Seluruh pihak mengira jika peristiwa mistis itu telah berakhir. Tapi ternyata tidak demikian.

"Sehari setelah masuk sekolah lagi, belasan anak kesurupan secara bersamaan. Beda sama yang sebelumnya yang kayak saling nyamber. Kesurupannya juga lebih seram, ada yang sampai berubah suara, ada yang ngamuk, ada yang nangis, dan ada yang pingsan," terang Tya.

Peristiwa kesurupan massal seringkali terjadi di sejumlah sekolah menengah. Termasuk di salah satu SMK farmasi di Jakarta beberapa tahun silam. Seorang narasumber yang kebetulan bersekolah di SMK tersebut menceritakan kisahnya bersama teman-teman ketika mengalami kesurupan massal kepada Okezone.

Narasumber bernama Tya itu menuturkan peristiwa kesurupan massal terjadi di tahun 2010. Peristiwa bermula pada saat adik kelasnya, sekolompok siswa laki-laki kelas XI, belajar di kosan menjelang praktek resep obat. Mereka belajar hingga pagi hari dan tidak tidur alias begadang. Keesokan harinya, salah seorang siswa laki-laki itu mengalami kesurupan di sekolah. Ternyata teman Tya ikut kesurupan padahal tidak ikut belajar bersama.

"Teman saya yang ikut-ikutan kesurupan itu matanya menjadi merah dan suaranya jadi kayak macan. Lalu oleh guru agama adik kelas dan teman saya dibawa ke mushola untuk dibantu mengeluarkan roh halus sambil didoain," tutur Tya saat dihubungi melalui pesan singkat.

Namun peristiwa tak berhenti sampai di situ saja. Keeseokan harinya sejumlah siswi di SMK farmasi tersebut juga mengalami kesurupan. Peristiwa itu berlangsung selama seminggu dan semakin banyak siswa yang mengalami kesurupan. Tapi lebih rentan terjadi pada siswi perempuan.

"Sampai tiba-tiba kayak ada paranormal yang datang ke sekolah bawa ayam hitam. Dia bilangnya mau bantu, tapi enggak jelas asalnya dari mana. Akhirnya guru saya mengusir paranormal tersebut," ucap Tya.

Seminggu setelah kesurupan massal, sekolah akhirnya diliburkan untuk meredam suasana. Pada hari masuk sekolah, tidak ada lagi kejadian kesurupan. Seluruh pihak mengira jika peristiwa mistis itu telah berakhir. Tapi ternyata tidak demikian.

"Sehari setelah masuk sekolah lagi, belasan anak kesurupan secara bersamaan. Beda sama yang sebelumnya yang kayak saling nyamber. Kesurupannya juga lebih seram, ada yang sampai berubah suara, ada yang ngamuk, ada yang nangis, dan ada yang pingsan," terang Tya.


(okezone.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Minggu, 14 Jun 2026 20:34

    Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP

    INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli

  • Minggu, 14 Jun 2026 20:32

    Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

    Mimika-Koramil 1710-02/Timika menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Aula Makoramil 1710-02/Timika, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Minggu (14/

  • Minggu, 14 Jun 2026 18:14

    ANKER Soundcore Luncurkan TWS Berbasis AI Liberty 5 Pro Series, Cek Fitur dan Harganya

    JAKARTA â€" Brand audio terkemuka, ANKER soundcore, resmi merilis true wireless earbuds (TWS) premium generasi terbarunya, ANKER soundcore Liberty 5 Pro Series, di pasar Indonesia. Mengusung kons

  • Minggu, 14 Jun 2026 18:13

    Xiaomi Pamerkan Lengan Robotik Pengisi Daya Otomatis untuk Mobil Listrik

    JAKARTA â€" Xiaomi mendemonstrasikan lengan robot yang dapat mengotomatisasikan pengisian daya mobil listrik di rumah. Perangkat ini ditujukan untuk para pemilik mobil listrik (EV) yang tidak suk

  • Minggu, 14 Jun 2026 18:10

    Ngeri! Wanita 21 Tahun Tewas Gegara Staf Lupa Pasang Tali Pengaman saat Bermain Ayunan Jembatan Ekstrem

    JAKARTA - Sebuah insiden tragis terjadi di Brasil ketika seorang perempuan berusia 21 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ayunan ekstrem. Dia jatuh akibat tidak terpasangnya tali p

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.