Cantik
Gara-Gara Medsos Banyak Remaja Ingin Filler, Ini Efeknya di Usia Muda!
Rabu, 17 Jul 2019 11:29
Media sosial sekarang menjadi semacam role model seseorang dalam berpenampilan atau mencipta citra diri dengan segala "pencitraannya". Hal tersebut ternyata berdampak juga pada keinginan orang untuk mempercantik wajahnya dengan cara instan, salah satunya dengan filler!
Dijelaskan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Dikky Prawiratama, SpKK, dirinya pernah mendapatkan pasien yang masih berusia 12 tahun. Gadis muda ini datang ke dirinya untuk melakukan tindakan filler hidung. Alasannya adalah "pekerjaan" dia sebagai modeling menuntutnya tampil sangat sempurna.
"Dia datang bareng ibunya. Minta saya buat filler hidung, tapi saya tolak karena alasan usia yang belum legal melakukan tindakan estetik," ungkapnya pada Okezone di acara diskusi media yang diadakan Kalbe, belum lama ini.
Dokter Dikky menjelaskan, di usia dia yang masih 12 tahun, wajah masih bisa berubah, karena dia masih dalam proses pertumbuhan. Ketika tindakan seperti filler dilakukan, maka wajah si gadis pertumbuhannya tidak akan semaksimal anak muda lainnya. Itu kenapa juga akhirnya dr Dikky menolak tawaran tindakan filler pada anak tersebut.
Selain itu, alasan psikologi menjadi pertimbangannya menolak tawaran filler
pada anak-anak. Baginya, di usia yang masih labil, dikhawatirkan
tindakan itu akan membuat dia jadi orang yang malah tidak mencintai
dirinya sendiri. Sebab, dia sudah mau mengubah wajah aslinya dengan apa
yang diinginkan.
Efek filler pada usia muda
Dokter Dikky menjelaskan, efek filler pada usia muda sama seperti mereka yang melakukan tindakan estetika ini di usia dewasa. Beberapa hal berisiko seperti lebam dan bengkak di area injeksi, kematian jaringan, hingga kebutaan.
"Reaksi paling ringan itu bengkak di area yang diinjeksikan filler. Area tersebut akan menjadi memar tapi tidak akan bertahan lama reaksinya," kata dr Dikky yang melakukan praktik di Yogyakarta.
Kematian jaringan bisa terjadi bila filler yang disuntikkan masuk ke pembuluh darah arteri dan hal ini menyumbat aliran darah. Efek yang terjadi ialah kematian jaringan. Kalau sudah begini, dokter akan melakukan peleburan cairan filler dengan hyalurdinase.
Dan efek paling membahayakan ialah kebutaan. Ini pun terjadi karena cairan filler masuk ke arteri jaringan mata dan menutup darah ke arah mata. Perlu diketahui, jaringan mata hanya bisa hidup dalam kondisi tidak teraliri darah sekitar sejam. Kalau tidak ditangani segera, risiko kebutaan di depan mata!
"Jadi, saya sarankan untuk tidak melakukan filler dengan bukan ahlinya. Sebab, kemungkinan terjadinya risiko itu sangat besar. Terlebih ketika klinik tersebut tidak memiliki hyalurdinase. Jangan asal filler dan usia anak-anak sangat tidak direkomendasikan," tambahnya.
Sumber: okezone.com
Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP
INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli
Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat
Mimika-Koramil 1710-02/Timika menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Aula Makoramil 1710-02/Timika, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Minggu (14/
ANKER Soundcore Luncurkan TWS Berbasis AI Liberty 5 Pro Series, Cek Fitur dan Harganya
JAKARTA â€" Brand audio terkemuka, ANKER soundcore, resmi merilis true wireless earbuds (TWS) premium generasi terbarunya, ANKER soundcore Liberty 5 Pro Series, di pasar Indonesia. Mengusung kons
Xiaomi Pamerkan Lengan Robotik Pengisi Daya Otomatis untuk Mobil Listrik
JAKARTA â€" Xiaomi mendemonstrasikan lengan robot yang dapat mengotomatisasikan pengisian daya mobil listrik di rumah. Perangkat ini ditujukan untuk para pemilik mobil listrik (EV) yang tidak suk
Ngeri! Wanita 21 Tahun Tewas Gegara Staf Lupa Pasang Tali Pengaman saat Bermain Ayunan Jembatan Ekstrem
JAKARTA - Sebuah insiden tragis terjadi di Brasil ketika seorang perempuan berusia 21 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ayunan ekstrem. Dia jatuh akibat tidak terpasangnya tali p