Keluarga
Jangan Disepelekan, Ini Dampak Keracunan Bakteri E Coli Akibat Pencemaran Air
Jumat, 19 Jul 2019 08:51
AIR menjadi sumber kehidupan manusia di mana saja berada. Sayangnya, karena pengaruh pencemaran lingkungan kualitas air bisa memburuk, karena terdapat banyak bakteri e coli. Tentunya hal itu akan berdampak pada kesehatan seseorang.
Jika kualitas air buruk, tentunya tidak bisa dikonsumsi, karena tercemar bakteri, khususnya pada air sumur. Dilansir Okezone dari Naturewater, air yang tercemar akan mudah menyebarkan bakteri e coli.
Bakteri ini bisa sebabkan keracunan, yang berpengaruh pada sistem pencernaan. Siapapun dapat terinfeksi e coli, terutama anak-anak di bawah usia lima tahun, orangtua, wanita hamil, dan mereka yang sistem kekebalannya lemah.
Ketika keracunan e coli bahaya yang bisa muncul gejala infeksi, yang bisa muncul dalam 1-2 hari. E coli juga akan menghasilkan racun kuat, sehingga dapat menyebabkan kram perut parah, muntah, dan masalah gastrointestinal lainnya.
Karena bahaya bakteri e coli
tersebut, maka kualitas air harus dilindungi, khususnya di Tanah Air.
Sayangnya, pemerintah dianggap masih lemah dalam menjaga aset sumber
daya alam, terlebih dari sisi pencemaran lingkungan dan sumber air
bersih.
Pemerintah dituntut segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU ) Sumber Daya Air (SDA), lebih tepatnya pada Oktober 2019 mendatang. Sebabnya, untuk meminimalisir pencemaran harus ada payung hukum yang mengatur SDA yang kuat. Terlebih pasca-pembatalan semua pasal terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air oleh Mahkamah Konstitusi pada 18 Februari 2015.
Lewat diskusi yang diadakan Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Negeri Medan dengan TERRA Simalem, Direktur Center for Regulation, Policy, and Governance (CRPG) Mohamad Mova Al'Afghani mengatakan, rancangan RUU SDA yang tengah disusun itu masih banyak kekurangan. Salah satunya soal pemenuhan hak masyarakat atas air, serta jaminan kualitas air untuk kebutuhan pokok masyarakat.
"Di RUU SDA sanitasi belum dianggap sebagai layanan. Padahal sanitasi itu perlu supaya airnya tidak tercemar," ucap Mova.
Di sini DPR bertugas mendorong penambahan poin penting terkait sanitasi. Ini sangat perlu diperjuangkan demi hajat hidup orang banyak.
"Bagaimanapun pemenuhan 100% akses layak air minum, pengurangan kawasan kumuh menjadi 0%, dan pemenuhan 100% akses sanitasi layak harus dilaksanakan," pungkasnya.
Sumber: okezone.com
Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP
INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli
Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat
Mimika-Koramil 1710-02/Timika menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Aula Makoramil 1710-02/Timika, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Minggu (14/
ANKER Soundcore Luncurkan TWS Berbasis AI Liberty 5 Pro Series, Cek Fitur dan Harganya
JAKARTA â€" Brand audio terkemuka, ANKER soundcore, resmi merilis true wireless earbuds (TWS) premium generasi terbarunya, ANKER soundcore Liberty 5 Pro Series, di pasar Indonesia. Mengusung kons
Xiaomi Pamerkan Lengan Robotik Pengisi Daya Otomatis untuk Mobil Listrik
JAKARTA â€" Xiaomi mendemonstrasikan lengan robot yang dapat mengotomatisasikan pengisian daya mobil listrik di rumah. Perangkat ini ditujukan untuk para pemilik mobil listrik (EV) yang tidak suk
Ngeri! Wanita 21 Tahun Tewas Gegara Staf Lupa Pasang Tali Pengaman saat Bermain Ayunan Jembatan Ekstrem
JAKARTA - Sebuah insiden tragis terjadi di Brasil ketika seorang perempuan berusia 21 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ayunan ekstrem. Dia jatuh akibat tidak terpasangnya tali p