Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Konsumsi Junkfood dan Makanan Olahan Bisa Buat Seseorang Lebih Cepat Menua

Konsumsi Junkfood dan Makanan Olahan Bisa Buat Seseorang Lebih Cepat Menua

admin
Rabu, 09 Sep 2020 09:47

 Selama ini, makanan cepat saji atau junk food merupakan salah satu jenis makanan yang disarankan untuk dihindari. Sejumlah dampak seperti kegemukan hingga risiko masalah jantung bisa dialami ketika mengonsumsi makanan ini.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap satu lagi dampak buruk yang bisa muncul akibat konsumsi junk food ini. Diketahui bahwa tingginya konsumsi junk food olahan bisa menyebabkan perubahan kromosom yang berhubungan dengan penuaan.

Dilansir dari Japan Today, diketahui bahwa tiga porsi atau lebih makanan olahan setiap hari meningkatkan masalah DNA dan protein bernama telomeres yang ditemui pada ujung kromosom. Kondisi ini bakal lebih pendek dibanding pada mereka yang jarang mengonsumsi makanan ini.

Telomeres yang pendek ini merupakan penanda kehidupan biologis pada tngkat sel. Hasil penelitian mengungkap bahwa pola makan merupakan faktor yang membuat sel ini menua lebih cepat.

Walaupun hubungannya cukup kuat, namun sebab akibat antara konsumsi makanan olahan dengan menyusutnya telomeres ini masih diperkirakan. Penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk mengungkap hubungan pastinya.

Semakin kita menua, telomeres bakal memendek secara alami karena setiap sel terbelah, baian telomeres di dalamnya hilang. Memendeknya hal ini telah lama dikenali sebagai penuaan biologis.

Penelitian ini dilakukan oleh professors Maria Bes-Rastrollo dan Amelia Marti dari University of Navarra, Spanyol. Peneliti mengungkap bahwa hubungan antara konsumsi rutin makanan olahan dengan menyusutnya telomeres.

Penelitian ini dilakukan pada data kesehatan sekitar 900 orang berusia 55 tahun ke atas yang ada sampel DNA-nya pada 2008. Para narasumber ini dibagi menjadi empat kelompok tergantung dari konsumsi meseka terhadap makanan olahan.

Mereka yang mengonsumsinya dalam jumlah besar cenderung memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular, diabetes, serta lemak darah yang abnormal. Hal ini berarti bagi para orang-orang ini, konsumsi sejumlah makanan olahan harus dihindari.

Dibanding kelompok yang mengonsumsi paling sedikit makanan olahan, tiga kelompok lain diketahui memiliki kondisi telomeres lebih pendek. Hal ini berarti bahwa mereka mengalami penuaan lebih cepat. 

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.