Jumat, 31 Jul 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Menikah Lagi setelah Suami Wafat, Apakah Istri Tetap Punya Hak Waris?

Lifestyle

Menikah Lagi setelah Suami Wafat, Apakah Istri Tetap Punya Hak Waris?

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 07 Agu 2025 14:32
Berita satu.com
Meski pernikahan telah berakhir karena kematian, hubungan antara suami istri masih dapat menimbulkan hak atas harta peninggalan, termasuk hak waris. Namun, apakah seorang istri yang menikah lagi setelah suaminya wafat masih memiliki hak waris dari mendiang suaminya?

Situasi ini memang kerap membingungkan, apalagi jika sang istri (berstatus janda) sudah membangun rumah tangga baru. Untuk menjawabnya, berikut ini penjelasan lengkap mengenai status hak waris bagi istri yang menikah lagi menurut hukum Islam maupun hukum perdata di Indonesia.

Hak Waris Janda dalam Islam
Dalam hukum Islam, hak waris istri tidak gugur meskipun dia menikah lagi setelah suaminya meninggal dunia. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 12:

"Dan bagi kalian (istri-istri) seperempat dari harta yang ditinggalkan oleh suami-suami kalian apabila mereka tidak mempunyai anak. Apabila mereka mempunyai anak, maka bagi kalian seperdelapan harta yang mereka tinggalkan."

Artinya, istri tetap memiliki hak waris selama pernikahan dengan mendiang suami terjadi secara sah dan suaminya meninggal dalam keadaan mereka masih berstatus suami-istri.

Jika suami tidak memiliki anak, maka istri berhak atas 1/4 (seperempat) bagian dari harta warisan. Jika suami memiliki anak, maka istri hanya berhak atas 1/8 (seperdelapan) bagian dari harta.

Pembagian ini dilakukan setelah proses pengurusan jenazah dan pelunasan wasiat atau utang pewaris. Selain itu, jika suami yang meninggal memiliki lebih dari satu istri, maka bagian waris 1/8 tersebut dibagi rata di antara semua istri.

Fatwa Lajnah Daimah Lil Buhuts al-‘Ilmiyyah wal Ifta’ juga mempertegas hal tersebut. Istri tetap berhak mendapat warisan dari mendiang suaminya, dan pernikahan baru tidak membatalkan hak tersebut, selama hak waris diberikan sebelum proses waris selesai.

Pembagian Hak Waris Menurut Hukum Perdata (Non-Islam)
Dalam konteks hukum perdata atau Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), sistem pewarisan mengatur ahli waris terbagi dalam beberapa golongan. Jika suami meninggal dan merupakan nonmuslim, maka hak waris istri ditentukan berdasarkan golongan ahli waris berikut ini.

Golongan I: Suami/istri yang masih hidup, anak-anak, dan keturunan langsung pewaris.
Golongan II: Orang tua dan saudara pewaris.
Golongan III: Kakek dan nenek dari pihak pewaris.
Golongan IV: Keluarga samping hingga derajat keenam.
Dalam hal ini, jika seorang istri (janda) ditinggal wafat oleh suaminya, maka dia termasuk dalam Golongan I dan tetap berhak atas bagian warisan.

Ketentuan Hak Waris Janda Menurut Pasal 825a KUHPerdata
Pasal 825a KUHPerdata menjelaskan janda (atau duda) dari pewaris memiliki hak waris yang setara dengan anak-anak pewaris, dengan beberapa ketentuan. Bagian warisan istri tidak boleh melebihi bagian terkecil dari anak-anak, terutama jika ada anak dari pernikahan sebelumnya.

Secara umum, bagian warisan janda tidak boleh melebihi 1/4 (seperempat) dari total harta peninggalan. Ketentuan ini dibuat untuk menjaga keadilan antar ahli waris, terutama ketika ada anak-anak dari pernikahan sebelumnya yang juga memiliki hak atas harta peninggalan ayahnya.

Baik menurut hukum Islam maupun KUHPerdata, pernikahan kembali seorang janda tidak serta-merta membatalkan hak warisnya dari mendiang suami. Selama proses waris belum selesai dan status perkawinan saat suami meninggal adalah sah, maka istri tetap berhak atas bagian warisan yang telah ditentukan oleh hukum.

Namun demikian, penting untuk memproses pembagian warisan sebelum menikah lagi, agar tidak menimbulkan konflik atau kesalahpahaman di kemudian hari, baik dengan ahli waris lainnya maupun dengan keluarga baru.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Lifestyle
Berita Terkait
  • Kamis, 30 Jul 2026 16:18

    Plt Bupati Tegaskan Pemerintah Daerah Hadir sebagai Fasilitator Terkait Eks Lahan PT Adimulia Agrolestari

    TELUKKUANTAN - Plt. Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, menegaskan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi hadir sebagai fasilitator dalam menyelesaikan persoalan lahan eks 200 hektare PT Adimulia Agr

  • Kamis, 30 Jul 2026 16:17

    Anggota Polri Staf KPK Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang Anom Widiya

  • Kamis, 30 Jul 2026 16:08

    'Perbaiki Surat Dakwaan', Kejagung Pastikan Kasus Dokter Tifa Tetap Berjalan

    JAKARTA - Jaksa penuntut umum memastikan kelanjutan proses hukum kasus dugaan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo. Berkas perkara dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma

  • Kamis, 30 Jul 2026 16:05

    Melangkah Bersama PHR, Koperasi Pucuk Rebung Ekspor Produk UMKM Hingga Negeri Sakura

    PEKANBARU â€"Yuneli (49) tidak pernah membayangkan perjalanan Koperasi UMKM Pucuk Rebung bisa sejauh ini. Berawal dari kesederhanaan dapur-dapur rumah tangga di Pekanbaru, kini produk-produk olahan lo

  • Kamis, 30 Jul 2026 16:03

    Pangdam Mutasi Empat Perwira dari Jabatan Strategis

    PEKANBARU - Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo lakukan rotasi empat jabatan strategis. Mutasi jabatan tersebut bagian dari pembinaan personel dan penyega

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki