Minggu, 14 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Menonton Film Horor dan Komedi Percepat Munculnya Tanda Penuaan, Kok Bisa?

Lifestyle

Menonton Film Horor dan Komedi Percepat Munculnya Tanda Penuaan, Kok Bisa?

Kamis, 10 Okt 2019 11:02

Menonton film adalah kegiatan yang membantu melepaskan penat dan menghilangkan stres. Masing-masing orang memiliki film favorit dan genre yang berbeda, entah itu romansa, komedi, horor, maupun thriller. Tapi tahukah Anda, bila menonton film dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan di wajah?

Saat menonton film, tentunya banyak ekspresi yang dikeluarkan oleh wajah. Para ahli percaya ekspresi wajah saat menonton seperti bergidik ngeri di film thriller atau tawa di film komedi, dapat berkontribusi pada garis kerutan.

 Menonton film

Sebuah survei yang dilakukan terhadap 2 ribu orang menemukan, para penggemar film horor akan mengeluarkan ekspresi ketakutan di wajah rata-rata 20 kali selama menonton.

Hal yang sama juga dilakukan oleh para penggemar film thriller. Mereka akan mengeluarkan ekspresi wajah terkejut, tegang, atau ngeri rata-rata 50 kali. Sedangkan penggemar film komedi rata-rata akan tertawa sebanyak 115 kali selama menonton.

 Nonton film

Dr Harry Singh dari merek kecantikan dan kebugaran FOREO mengatakan, pengulangan ekspresi wajah saat menonton film dapat menambah garis kerutan dan kaki gagak (kerutan yang muncul di sudut luar mata).

"Ekspresi wajah terkejut akan mengaktifkan otot evaluator dahi yang dikenal sebagai frontalis. Ketika ekspresi itu diulang, maka otot akan semakin kuat dan mengembangkan garis-garis horizontal di dahi," ujar Dr Singh seperti yang Okezone kutip dari Mirror, Rabu (9/10/2019).

Selain itu, menyipitkan mata ketika menonton film membutuhkan aktivasi sejumlah otot, termasuk mata dan otot-otot penekan. Hal ini dapat menyebabkan aktivasi otot berlebihan sehingga mungkin menimbulkan garis-garis kerutan dan kaki gagak di sekitar mata.

 Menonton film

Apabila gerakan diulangi selama periode lima tahun dapat menghasilkan 50 persen garis kerutan yang lebih buruk di sekitar area mata.

Dr. Singh menambahkan, "Tertawa dapat menyebabkan lipatan nasolabial yaitu lipatan yang membentang dari sudut hidung ke sudut mulut. Aktivitas ini juga dapat mendorong kaki gagak, yang sekali lagi, selama periode lima tahun dapat memburuk hingga 40 persen.

Dirinya menekankan, senyum yang berlebihan dapat menimbulkan kontraksi otot di sekitar mata yang dikenal sebagai orbicularis oculi. Apabila aktivitas itu bertaham selama 10 tahun, maka kerutan yang berlebihan di sekitar mata dan lipatan nasolabial dapat memburuk 40 persen. Namun, Nora Zukauskaite dari Foreo mengatakan tidak ada yang salah dengan menonton film, garis kerutan, atau tawa.

"Tetapi kami juga ingin memberi tahu orang-orang bahwa menerapkan rezim perawatan kulit yang efektif sebelum dan setelah menonton film adalah hal yang penting. Cara ini dapat membantu merawat kulit," pungkasnya.

sumber : okezone.com

Lifestyle
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Mar 2026 14:58

    Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan

    JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe

  • Senin, 16 Mar 2026 15:21

    Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya

    JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa

  • Senin, 16 Mar 2026 15:17

    Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan

    JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:18

    Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial

    JAKARTA  - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya

  • Sabtu, 07 Mar 2026 14:31

    Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

    JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.