Mitos Seks dan Penyakit yang Banyak Dipercayai Orang
Selasa, 20 Feb 2018 09:25
BERCINTA menjadi salah satu kegiatan pasangan dua insan manusia yang pasti dilakukan rutin ataupun tidak. Efek menyenangkan akan didapat oleh mereka yang masih merasa sehat, namun bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu, berhubungan intim justru jadi bayang-bayang yang menakutkan.
Tidak heran, banyak pula orang-orang yang mempercayai mitos seputar seks terhadap penyakit mereka, bahkan orang yang cerdas sekalipun juga mempercayainya. Padahal, tidak semua mitos yang mereka dengar itu fakta dari keterkaitan antara seks dan penyakit. Berikut penjelasannya, seperti yang dilansir dari Daily Mail, Selasa (20/2/2018).
1. Seks berisiko bagi pengidap penyakit jantung
Periset melihat riwayat kesehatan dari 536 pasien penyakit jantung berusia 30 sampai 70 tahun, menemukan aktivitas seksual bukanlah faktor risiko dalam serangan jantung berikutnya.
Hanya 0,7 pasien yang melakukan hubungan seks dalam waktu satu jam sebelum mengalami serangan jantung, sementara 78 persen mengatakan mereka melakukan hubungan seks lebih dari 24 jam sebelum serangan jantung.
"Berdasarkan data kami, nampaknya tidak mungkin aktivitas seksual menjadi pemicu untuk serangan jantung," kata Deitrich Rothenbacher, penulis utama studi dan profesor dan ketua Institut Epidemiologi dan Biometri Medis di Universitas Ulm, Jerman.
Deitrich juga mengatakan pasien tidak perlu khawatir dan tetap bisa melanjutkan aktivitas seksual mereka yang biasa.
2. Seks adalah obat sakit kepala
Sebenarnya, dalam penelitian yang diterbitkan pada tahun 2013, sebuah tim ahli saraf dari Universitas Munster, Jerman menemukan, lebih dari setengah penderita migrain yang melakukan hubungan seks selama sebuah episode mengalami peningkatan gejala.
Hal yang mengejutkan, salah satu dari lima orang pengidap migrain selesai tanpa rasa sakit sama sekali, tapi peristiwa tersebut hanya terjadi pada pengidap migrain laki-laki khususnya.
Para peneliti berteori seks memicu pelepasan endorfin, obat
penghilang rasa sakit alami tubuh, melalui sistem saraf pusat, yang bisa
mengurangi atau menghilangkan sakit kepala, memang benar, tapi menurut
Dr. Beverley Whipple, neurofisikawan dari Rutgers University yang
menemukan G-spot pada akhir 70an (di dinding depan vagina, 5 cm dari
pintu masuk), memiliki area ini yang dirangsang untuk orgasme
meningkatkan ambang rasa sakit wanita sebesar 106 persen.
3. Orang sakit punggung harus hindari seks
Orang yang sakit punggung biasanya menghindari seks yang berat dan sering, karena khawatir punggung mereka sakit. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, karena menurut penelitian, jurnal Spine menemukan jika pengidap sakit punggung melakukan seks dengan posisi tertentu tidak akan menimbulkan masalah dan tergantung dari jenis sakit punggung yang Anda miliki.
Wanita yang mengalami nyeri punggung saat mereka melengkungkan punggung akan mengalami sedikit rasa sakit pada posisi misionaris, kata para peneliti. Bagi pria dengan nyeri punggung (terutama jika sakit saat menyentuh jari kaki atau duduk terlalu lama), doggy style adalah posisi terbaik.
Menurut fisioterapis Tim Allardyce dari Surrey Physio, gaya doggy memang merupakan posisi yang baik untuk nyeri punggung bawah pada pria, tapi dengan satu peringatan. "Mereka harus memastikan mereka berlutut dan bukannya berdiri," jelasnya.
(okezone.com)
Lifestyle
Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda Musnahkan Miras Ilegal
Puncak Jaya-Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda melaksanakan pemusnahan barang bukti Minuman Keras (Miras) ilegal hasil sitaan, bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik
Wakil Panglima TNI Tinjau Pembangunan Yonif TP 936/Satria Joyokusumo dan Situs Bersejarah di Jawa Tengah
Magelang-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa melaksanakan peninjauan rehabilitasi dan pembangunan sejumla
Krisis Energi dan Ekonomi Bayang-Bayangi Israel dalam Dua Dekade Mendatang
Pengawas Negara Israel, Matanyahu Englman, memperingatkan bahwa Israel berisiko kehilangan kemandirian energi dalam dua dekade ke depan.Jika tingkat konsumsi saat ini terus berlanjut, negara itu kemun
Soal Pengangkatan Tenaga Ahli oleh Kepala Daerah, Ini Kata Prof Djohermansyah
PEKANBARU-Pakar Otonomi Daerah Prof Djohermansyah Djohan menilai pengangkatan tenaga ahli oleh kepala daerah merupakan hal yang lumrah. Hal itu juga menjadi kewenangan kepala daerah dalam menjalankan
Prabowo Respons Kritik Makan Bergizi Gratis Minta Penolak Turun Langsung Jumpai Masyarakat
JAKARTA - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026) diwarnai aksi antusias peserta yang membentangkan spanduk