Senin, 15 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Pentingnya Peran Orangtua untuk Cegah Meningkatnya Kasus Remaja Bunuh Diri

Keluarga

Pentingnya Peran Orangtua untuk Cegah Meningkatnya Kasus Remaja Bunuh Diri

Senin, 15 Jul 2019 14:54
okezone.com
Kasus bunuh diri di kalangan remaja semakin banyak terjadi. Berdasarkan hasil penelitian Global School-Based Student Health Survey (GSHS) pada tahun 2015 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan ditemukan 5,2% remaja memiliki ide bunuh diri, 5,5% sudah memiliki rencana bunuh diri, dan 3,9% sudah melakukan percobaan bunuh diri.

Hasil ini didapat setelah pelajar SMP dan SMA dengan jumlah responden mencapai 10.837 siswa diberi pertanyaan seputar bunuh diri. Fakta tersebut tentunya sangat mengejutkan banyak pihak. Ide bunuh diri, ancaman, dan percobaan bunuh diri adalah hal serius yang harus segera ditangani oleh banyak pihak, entah itu sekolah maupun keluarga.

Salah satu caranya adalah melakukan langkah preventif seperti menemukan faktor risiko penyebab bunuh diri pada remaja dan pola pengasuhan. Menurut dokter spesialis kejiwaan, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ yang baru saja menyelesaikan disertasi berjudul 'Deteksi Dini Faktor Risiko Ide Bunuh Diri Remaja di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas/ Sederajat di DKI Jakarta', ada beberapa faktor yang harus diwaspadai.

Pertama adalah pola pikir abstrak yang menimbulkan perilaku risk-taker. Kedua, transmisi genetik yang dapat menimbukan sifat agresif dan impulsif. Ketiga, memiliki riwayat gangguan jiwa lain. Keempat, lingkungan sosial yang tidak mendukung. Kelima, penyalahgunaan akses internet.

"Beberapa faktor risiko tersebut merupakan alasan remaja memiliki ide bunuh diri," terang dokter yang akrab disapa Noriyu itu saat dijumpai Okezone dalam sebuah acara di kawasan Depok, Jawa Barat belum lama ini.

Perilaku risk-taker pada remaja membuat mereka lebih memiliki pola pikir abstrak yang membuatnya tertantang untuk mencoba segala hal, termasuk ke arah pola hidup yang tidak baik termasuk usaha bunuh diri.

Pola pikir itu bisa didapatkan remaja dari mana saja. Mulai dari tayangan yang ditonton, informasi di internet, hingga peristiwa yang dilihat secara langsung.

"Dari penelitian saya, saya kaget bahwa serial TV berjudul 13 Reasons Why ternyata bisa menyebabkan angka bunuh diri pada remaja meningkat. Ini artinya semua pihak harus membangun awareness tentang risiko bunuh diri atau menyakiti diri sendiri pada remaja," ungkap dr Noriyu.

Ia menambahkan, remaja mudah sekali untuk tertular yang namanya contagain effect atau copy cat. Mereka bisa meniru tindakan-tindakan yang dianggapnya sebagai tren dan melihat itu sebagai pilihan.

Namun tidak menutup kemungkinan mereka menjadikan tindakan yang berbahaya seperti ide atau usaha bunuh diri untuk mencari perhatian orang lain. Di sinilah pentingnya peran orangtua untuk selalu mengawasi anak-anaknya di tahap tumbuh kembang.

"Orangtua sekarang harus mengikuti perkembangan zaman pola asuh, mereka enggak bisa membatasi pola asuhnya hanya sekadar dari yang diketahui dan itu pola asuh zaman dulu. Mau enggak mau, kalau mau punya anak, orangtua harus siap dengan konsekuensi mengikuti perkembangan zaman pada saat anak dilahirkan dan tumbuh kembang. Cara itu bisa membantu mencegah terjadinya bunuh diri pada remaja," pungkasnya.


Sumber: okezone.com
Lifestyle
Berita Terkait
  • Minggu, 14 Jun 2026 20:34

    Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP

    INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli

  • Minggu, 14 Jun 2026 20:32

    Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

    Mimika-Koramil 1710-02/Timika menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Aula Makoramil 1710-02/Timika, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Minggu (14/

  • Minggu, 14 Jun 2026 18:14

    ANKER Soundcore Luncurkan TWS Berbasis AI Liberty 5 Pro Series, Cek Fitur dan Harganya

    JAKARTA â€" Brand audio terkemuka, ANKER soundcore, resmi merilis true wireless earbuds (TWS) premium generasi terbarunya, ANKER soundcore Liberty 5 Pro Series, di pasar Indonesia. Mengusung kons

  • Minggu, 14 Jun 2026 18:13

    Xiaomi Pamerkan Lengan Robotik Pengisi Daya Otomatis untuk Mobil Listrik

    JAKARTA â€" Xiaomi mendemonstrasikan lengan robot yang dapat mengotomatisasikan pengisian daya mobil listrik di rumah. Perangkat ini ditujukan untuk para pemilik mobil listrik (EV) yang tidak suk

  • Minggu, 14 Jun 2026 18:10

    Ngeri! Wanita 21 Tahun Tewas Gegara Staf Lupa Pasang Tali Pengaman saat Bermain Ayunan Jembatan Ekstrem

    JAKARTA - Sebuah insiden tragis terjadi di Brasil ketika seorang perempuan berusia 21 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ayunan ekstrem. Dia jatuh akibat tidak terpasangnya tali p

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.