Tak Hanya Soda, Jus Buah Murni Juga Bisa Sebabkan Diabetes
Kamis, 17 Okt 2019 14:47
Jakarta - Diabetes hingga kini masih menjadi penyakit yang cukup banyak menjangkit banyak orang, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF), pada 2017 Indonesia menduduki peringkat keenam dengan jumlah penderita diabetes terbanyak, yaitu sejumlah 10,3 juta orang.
Penyebab dari diabetes ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti genetik dan gaya hidup yang tidak sehat. Salah satunya adalah pola konsumsi gula yang berlebih.
Selama ini, minuman bersoda kerap menjadi tersangka utama penyebab kencing manis. Bagaimana tidak, kandungan gula yang banyak serta zat kimia yang terdapat di dalamnya menjadi pemicu munculnya penyakit ini. Namun, ternyata dalam sebuah riset terbaru, jus buah murni juga bisa menjadi penyebab penyakit ini.
Melansir dari Health Line, 15 Oktober 2019, sebuah penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan bahwa orang yang banyak meminum minuman manis, termasuk jus buah murni, risiko terkena diabetes tipe dua lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan pada 192 ribu responden selama 26 tahun sambil mengecek kesehatan mereka setiap empat tahun.
Peneliti mengungkap bahwa responden yang meminum minuman dengan kandungan gula serta 100 persen jus buah murni akan mendapatkan 16 persen risiko lebih tinggi untuk diabetes. Meskipun buah adalah makanan yang menyehatkan, tapi saat diolah menjadi jus, nutrisi lainnya akan berkurang. Sebaliknya, kandungan gula di dalamnya akan tetap sama. Dalam satu gelas jus jeruk murni, terkandung 30,9 gram gula.
"Masalah dalam jus buah adalah Anda hanya akan mendapatkan kandungan gulanya saja, tanpa mendapatkan serat atau nutrisi yang dibutuhkan ketika Anda makan buahnya langsung," jelas Alexis Elliott, pakar kesehatan spesialis diabetes, obesitas dan orang dengan gangguan makan.
Dia menambahkan, "dari leher ke bawah, tubuhmu sudah tidak tahu perbedaan jus apel dan air gula. Tapi, dia tahu bedanya buah apel dan segelas jus buah, meskipun itu jus murni."
Hasil ini membuat para peneliti menyarakan masyarakat untuk mulai mengurangi konsumsi minuman bergula. Hanya dengan mengganti satu gelas soda atau jus murni dengan kopi atau teh tawar dapat menurunkan risiko diabetes tipe dua hingga 10 persen.
"Meskipun jus buah mengandung beberapa nutrisi, konsumsinya tetap harus dijaga," kata Dr. Frank Hu, seorang profesor ahli nutrisi sekaligus penulis senior dari penelitian ini.
Minuman bersoda belakangan ini juga mulai mengeluarkan inovasi dengan produknya yang dikatakan lebih rendah gula. Akibatnya, banyak orang yang terkecoh dan menganggap diet soda tersebut akan aman untuk tubuh dan tidak ada risiko diabetes atau penggendutan badan.
Nyatanya, diet soda tersebut tetap minuman yang mengandung pemanis buatan. Dari penelitian sebelumnya, orang yang banyak minum minuman dengan pemanis sintetis mendapatkan 18 persen risiko lebih tinggi untuk diabetes.
Para peneliti mengatakan bahwa soda rendah gula tersebut memang tidak akan berdampak pada kenaikan gula darah secara cepat, tapi kandungannya dapat berefek pada kadar kortisol dan daya tahan insulin. Sebagai gantinya, para ahli menyarankan untuk minum air putih saja untuk mengganti kebiasaan minum soda. Menurut Alexis, gula dapat menjadi adiktif melebih heroin.
"Kita terekspos gula sepanjang waktu, dan masyarakat menganggap ini hal yang dapat diterima karena sangat susah dihindari," ujarnya lagi.
Karenanya, Alexis tidak menyarankan untuk langsung menghentikan konsumsi minuman bergula secara instan, tapi bertahap. Pengurangan yang instan akan membuat penderitanya pusing, mudah lelah, mudah marah dan bahkan bergetar.
"Anda dapat melatih indra perasa Anda seperti melatih otot saja (dengan perlahan). Suatu hari, Anda akan mendapati bahwa mengapa Anda mampu minum gula sebanyak itu tiap harinya," tambahnya.
Kendati demikian, Alexis mengatakan Anda masih bisa meminum segelas minuman bersoda di waktu tertentu, misalnya saat sedang stres.
sumber : liputan6.com
Lifestyle
Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan
JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe
Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya
JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa
Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan
JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja
Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial
JAKARTA - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya
Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka