Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Warga Indonesia Masuk Top Obesitas ASEAN, Ternyata Ini Penyebabnya

Lifestyle

Warga Indonesia Masuk Top Obesitas ASEAN, Ternyata Ini Penyebabnya

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 15 Agu 2025 09:46
RIAU AKTUAL.COM
Ada 21,6 juta orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas pada 2022, menurut laporan Badan Pangan Dunia (FAO) 2024. Jumlah orang obesitas di Indonesia melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding 2002 yang hanya 10 juta orang.

Ada apa di balik lonjakan kasus obesitas di Tanah Air?

Gaya hidup modern yang serba instan dan harga diet yang kian mahal membuat Indonesia menghadapi ancaman obesitas. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi kelima di antara negara-negara ASEAN, mengingat besarnya populasi dewasa Indonesia. Prevalensi obesitas dewasa Indonesia tercatat 11,2% pada 2022, naik dari 9,3% pada 2012.

Ledakan obesitas ini mencerminkan pergeseran pola makan masyarakat Indonesia. Konsumsi makanan ultra-olahan, tinggi gula, dan rendah serat kini jauh lebih mudah dijangkau dibanding makanan bergizi seimbang. Pola hidup sedentari (minim aktivitas fisik) juga memperburuk situasi.

Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Di level global, prevalensi obesitas dewasa naik dari 12,1% (2012) menjadi 15,8% (2022). Namun di Indonesia, pertambahan jumlah orang obesitas yang melonjak 11 juta orang dalam 20 tahun mengindikasikan tantangan serius pada sistem pangan dan gaya hidup nasional.

Ironisnya, obesitas kerap berdampingan dengan masalah gizi lain seperti stunting dan anemia. Hal ini menunjukkan bahwa krisis gizi di Indonesia tidak lagi hanya soal kekurangan makan, tapi juga soal salah makan.

Obesitas kerap menjadi "wajah baru" dari krisis pangan modern, di mana akses terhadap kalori memang tersedia, tetapi tidak diimbangi oleh kualitas nutrisi yang cukup. Diet tinggi gula, lemak tinggi, dan makanan olahan semakin mudah dijumpai, sementara konsumsi buah dan sayur justru tertinggal.

Secara global, prevalensi obesitas dewasa juga naik dari 12,1% (2012) menjadi 15,8% (2022). Artinya, Indonesia bukan satu-satunya negara yang terkena dampaknya, tetapi skala kenaikan absolut Indonesia menjadi alarm tersendiri. Hanya dalam 20 tahun, jumlah penduduk obesitas di tanah air naik lebih dari 11 juta orang-lebih dari populasi seluruh provinsi Riau.

Selain obesitas, tantangan gizi Indonesia masih mencakup anemia pada perempuan usia subur dan stunting pada anak balita. Namun, tren obesitas yang meningkat cepat mengindikasikan bahwa krisis gizi kini bukan semata soal kekurangan makan, tetapi juga salah makan.***(Riau Aktual.com)
Sumber: RIAU AKTUAL.COM

Lifestyle
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.