Kamis, 28 Mei 2026
- Home
- Lingkungan
- Covid-19 Pendapatan Berkurang Karena Virus Corona, Juru Parkir di kota Tanjungpinang Minta Pemerintah Hapus Setoran
Covid-19 Pendapatan Berkurang Karena Virus Corona, Juru Parkir di kota Tanjungpinang Minta Pemerintah Hapus Setoran
Ravi
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Minggu, 12 Apr 2020 11:05
Foto:SRC
Dampak wabah covid-19 virus corona membuat sejumlah lokasi parkir di kota Tanjungpinang yang biasanya ramai, kini menjadi sepi. Akibatnya, para juru parkir mengeluh karena penghasilan menjadi berkurang. Minggu,(12/04/2020) Spiritriau.com
Sementara, mereka pun harus rutin setor dari panarikan uang parkir ke Dishub Kota Tanjungpinang.
Salah seorang juru parkir di bilangan kota Tanjungpinang mengatakan, saat ini penghasilan dari parkir tidak sebanding dengan kerja yang dilakukan. Karena lokasi tempat dirinya narik uang parkir sekarang sepi.
Menurutnya, sebelum merebaknya wabah corona, lokasi parkir yang dirinya biasa menarik sangat ramai setiap harinya. Dampak wabah virus corona keadaan semakin sulit dan tidak ada perhatian pemerintah kota Tanjungpinang terutama dinas yang mengolah parkir. Selama dampak covid19, juru parkir minta pemerintah berikan perhatian, apus sementara setoran dan sampe saat ini batuan masker pun tidak di berikan kepad juru parkir.
Sehingga, setelah dipotong setoran ke Dishub kota Tanjungpinang, penghasilan dari parkir cukup lumayan dan bisa diandalkan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.
“Namun sekarang sudah berjalan satu bulan penghasilan parkir tidak menentu, karena keramaian kendaraan yang parkir tidak ada, dan itu berdampak terhadap juru parkir,” ucapnya.'kepada wartawan Spiritriau.com.
Ajo mengungkapkan, biasanya dirinya setiap hari dapat uang parkir semenjak surat edaran yang di keluarga walikota Tanjungpinang.
“Akan tetapi, setelah ada virus Corona penghasilan tersebut turus drastis. Jika dipersentasekan hilangnya sampai enam puluh persen,” ungkapnya.
Lebih lanjut ajo mengatakan, dalam seminggu dirinya kebagian jatah narik parkir hanya tiga hari, yaitu dari pukul 07.00 hingga 13.00 siang.
Namun setelah merebaknya wabah Corona, kini dirinya hanya mendapatkan uang Rp 40.000 ribu. Belum lagi setoran dan hasil bersih yang ia terima hanya Rp 10.000 untuk dibawa ke rumah.
“Maka dari itu ajo meminta kepada pihak Pemerintah kota Tanjungpinang untuk membantu para juru parkir. Kalau perlu menghapuskan setoran parkir selama terdampak corona,” pungkasny. (Rvi)
komentar Pembaca