Jumat, 19 Jun 2026

Lahan Gambut di Kabupaten Siak, Bagai Buah Simalakama

Laporan : Sahril Ramadhana
Senin, 31 Okt 2016 17:21
Humas Pemkab Siak
Asisten III Sekdakab Siak Jamaludin saat memberi kata sambutan.
SIAK - Memiliki lahan gambut 30% dari total luas wilayah kabupaten Siak sebesar 8.556,09 km, ternyata membuat Pemkab Siak harus jeli untuk meminimalisir lahan itu. Karena, jika tidak tepat sasaran dalam mengelola lahan itu, akan menjadi kawasan yang sangat rawan bagi daerah berjuluk "Negeri Istana" ini.

Terbukti, ketika musim hujan, lahan gambut itu digenangi air yang mengakibatkan banjir. Dan, ketika musim kemarau, terjadinya kebakaran sangat mudah di lahan gambut tersebut, ini menjadi ancaman serius bagi Pemkab Siak.

Untuk itu, Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JGMR) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), Senin (31/10/2016), mengelar Workshop Perhutanan Sosial dengan tema "Peluang Pengelolaan Hutan Bagi Masyarakat Dengan Skema Perhutanan Sosial di Kabupaten Siak". 

Workshop yang dilaksankan di Grand Royal Hotel itu bertujuan untuk memberikan pemahaman dan membuka wawasan masyarakat dalam berpartisipasi untuk pengelolaan lahan gambut tersebut.

"Kegiatan ini sangat baik agar masyarakat mengetahui dan mengenal bahaya lahan gambut yang tidak dapat terkelola dengan baik," ujar Asisten III Sekdakab Siak Jamaludin di awal sambutannya. 

Untuk itu dia menegaskan agar para penghulu dan tokoh masyarakat di wilayah kabupaten Siak dapat mensosialisasikan lebih lanjut terkait pengelolaan lahan gambut tersebut. Sehingga, masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengelolaan lahan tersebut.

"Ini merupakan suatu perubahan yang sangat baik. Karena, kita ketahui bersama, bahwa kabupaten Siak memiliki luas 8.556,09 km. Dari luas itu, 30% nya terdapat lahan gambut. Jadi, perlunya tata kelola yang baik agar lahan gambut itu tidak menjadi ancaman bagi masyarakat kabupaten Siak, melainkan menjadi peluang bagi masyarakat," sebutnya.

Pemerintah pusat saat ini telah menetapkan kebijakan untuk pengolahan lahan gambut agar sesuai dengan petunjuk dan peraturan Pemerintah. Untuk itu, pemerintah membentuk Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR). Khusus di wilayah kabupaten Siak, saat ini diketuai oleh Andi Saputra, tambah Jamal. (ril)
Lingkungan
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jun 2026 09:08

    Peduli Masyarakat Sekitar Operasi, PHR Salurkan 400 Paket Sembako Murah ke 4 Desa di Kecamatan Pinggir Bengkalis

    DURI-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat di sekitar area operasi melalui program Energizing Community & Environment. Kali ini, PHR menye

  • Selasa, 02 Jun 2026 17:44

    Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

    Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y

  • Jumat, 22 Mei 2026 13:00

    Harmoni di Tanah Balai Raja, Saat Sang Gajah dan Manusia Berbagi Ruang Kehidupan

    DURI-Malam berganti subuh di kawasan Balai Raja, Kabupaten Bengkalis, namun pekatnya kecemasan belum juga beranjak dari benak Jhon Hendrik Purba. Saban waktu, detak jantungnya berpacu lebih cepat seti

  • Rabu, 18 Mar 2026 10:36

    DLHK Antisipasi Penumpukan Sampah saat Harri Raya Idulfitri

    PEKANBARU - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra SIP MSi telah mengantisipasi terjadinya lonjakan dan penumpukan sampah saat Hari Raya Idulfitri 1447 H.

  • Rabu, 18 Mar 2026 08:45

    Selamatkan Tesso Nilo, Negara Hadir Lindungi Gajah Sumatera

    PELALAWAN - Upaya penyelamatan Gajah Sumatera kian mendapat perhatian serius. Hal ini terlihat dari kunjungan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Siti Hediati Hariyadi dan Raja Juli

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.