- Home
- Lingkungan
- Program Desa Bebas Api Terbukti Ampuh Tekan Angka Kebakaran Di Tiga Desa Rawan Karhutla Inhil
Program Desa Bebas Api Terbukti Ampuh Tekan Angka Kebakaran Di Tiga Desa Rawan Karhutla Inhil
Admin
Jumat, 08 Jul 2022 08:54
TEMBILAHAN - Program desa bebas api terbukti ampuh menekan angka Karhutla dengan signifikan setelah di terapkan di tiga desa di kecamatan Kempas, yaitu, Desa Pekan Tua, Kerta Jaya dan Sungai Rabit.
Pada tahap pertama lalu, ketiga desa rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tersebut mampu menjaga lingkungannya bebas dari Karhutla selama periode yang disepakati.
Atas pencapaian dan komitmen menjaga daerahnya bebas dari Karhutla, ketiga pihak desa berhak mendapatkan reward masing - masing Rp 100 juta dalam bentuk infrastruktur desa.
Melihat keberhasilan pada tahap pertama, PT Sumatera Riang Lestari (SRL) Estate Bayas Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) selaku penggagas program desa bebas api kembali melanjutkan kemitraan ini.
PT SRL Estate Bayas bersama pihak Desa Pekan Tua, Kerta Jaya dan Sungai Rabit resmi menandatangani nota kesepakatan (Mou) desa bebas api tahap kedua di Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau, Kamis (30/6/22).
Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur PT SRL, Yudi Febrian bersama Kepala Desa Pekan Tua, Kerta Jaya dan Sungai Rabit serta disaksikan oleh Kapolres Inhil yang diwakilkan oleh Ipda Helni, Kadis LHK Inhil yang diwakilkan oleh Rahmat Septiadi, Kalaksa BPBP Inhil H Yusfik SH, Kepala KPH Mandah, Joko Yuni Purwanto, S.Hut, Camat Kempas, M. Yusuf S.Sos, M.M, Danramil 03/Tempuling, yang diwakilkan oleh Serma Ardian dan Ketua LSM Perjuangan Anak Negri.
Direktur PT SRL dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dan turut serta menyukseskan acara Desa Bebas Api yang di gagas oleh PT SRL.
“Kami kembali menunjukan atau memberikan kontribusi untuk menciptakan desa bebas api di sekitar wilayah operasional perusahaan, yaitu di tiga desa tersebut,” ungkap Yudi Febrian.
Menurutnya, perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan pola kemitraan dan evaluasi program yang sudah berjalan saat ini agar lebih baik di kemudian hari.
“Tujuan kita dalam mewujudkan kabupaten Indragiri Hilir bebas api, pada umumnya, dan kecamatan kempas pada khususnya dapat tercapai,” ucapnya
Lebih lanjut Danramil 03/Tempuling yang diwakilkan oleh Serma Ardian menilai pemilihan tiga desa tersebut sebagai mitra desa bebas api sudah sangat tepat.
Lebih lanjut Danramil 03/Tempuling yang diwakilkan oleh Serma Ardian menilai pemilihan tiga desa tersebut sebagai mitra desa bebas api sudah sangat tepat.
Menurutnya, ketiga desa tersebut memang telah menjadi desa yang sangat rawan terjadinya Karhutla di Kabupaten Inhil.
“Namun dengan adanya kerjasama ini angka kebakaran langsung menurun drastis, bahkan tidak terjadi kebakaran,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui, Ipda Delni menjelaskan, Karhutla terjadi karena dua hal, yaitu sengaja atau tidak sengaja.
“Dan jika terbukti lalai dan sengaja yang menyebabkan terjadinya Karhutla, maka bisa diganjar dengan pidana,” tegasnya.
Untuk itu mewakili Kapolres Inhil, Ipda Delni mengimbau seluruh masyarakat Inhil yang melihat atau mengetahui informasi adanya titik api, segera menginformasikan kepada perangkat desa, Babinsa atau Babhinkamtibmas setempat.
“Kita imbau partisipasi masyarakat agar Karhutla dapat ditanggulangi sedini mungkin,” pungkasnya.
Terakhir Kalaksa BPBD Inhil, H Yusfik, SH, atas nama pemerintah Kabupaten Inhil mengapresiasi komitmen dan kontribusi perusahaan dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla di Kabupaten Inhil.
Oleh karena itu, Kalaksa berharap agar program serupa dapat terus bergulir kedepannya dengan melibatkan lebih banyak lagi desa sebagai mitra untuk menekan angka Karhutla di Kabupaten Inhil.
“Karena program ini di nilai sangat baik, dimana meliputi unsur sosialisasi untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat akan bahaya karhutla, koordinasi yang melibatkan unsur terkait, serta memberikan reward atau stimulus sebagai motivasi untuk menyukseskannya,” ucap Yuspik.
Kalaksa mengimbau kepada seluruh kepala desa agar tidak pernah bosan memberikan sosialisasi Karhutla kepada masyarakat, apalagi di masa musim kemarau yang rawan Karhutla.
“Dan seluruh lapisan masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungannya agar terbebas dari Karhutla,” pungkasnya.