Minggu, 12 Apr 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Spora Kemandirian di Tapung Hulu: Ibu-Ibu Seroja Rintis Sentra Jamur Tiram

Lingkungan,

Spora Kemandirian di Tapung Hulu: Ibu-Ibu Seroja Rintis Sentra Jamur Tiram

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 09 Mar 2026 14:59
(Foto : Humas PHR)
Kaum perempuan di Desa Rimba Beringin, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar yang tergabung dalam kelompok Seroja sukses mengembangkan usaha budi daya jamur tiram setelah mendapat pendampingan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Pekanbaru-Di balik rutinitas padat sebagai ibu rumah tangga dan kader posyandu, Dewi Murni (42) menyimpan kegelisahan yang sama dengan banyak perempuan di Desa Rimba Beringin, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar.

Mereka ingin membantu ekonomi keluarga, namun terbentur keterbatasan modal dan waktu. Keresahan itu perlahan menemui jalan keluar sejak terbentuknya Kelompok SEROJA, sebuah inisiatif budi daya jamur tiram yang dinakhodai langsung oleh Dewi.

Dalam perjalanannya, kelompok ibu-ibu ini mendapat pendampingan intensif dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk memastikan impian mereka tidak berhenti di tengah jalan.

Sebelum program ini hadir, Dewi dan anggotanya sering merasa cemas akan masa depan ekonomi mereka. Sebagai pedagang kue rumahan dengan penghasilan tak menentu, Dewi kerap bertanya-tanya tentang peluang usaha yang realistis tanpa harus meninggalkan tanggung jawab di rumah.

“Dulu saya maju-mundur kalau mau buka usaha. Pasti mikirnya modal dari mana, nanti kalau rugi dapur mau ngebul pakai apa,” ungkap Dewi.

Melihat potensi dan semangat tersebut, PHR hadir memberikan modal awal berupa baglog sekaligus pelatihan teknis. Mereka diajarkan ilmu dari hulu ke hilir, mulai dari teknik perawatan, pengendalian hama, hingga manajemen kelompok yang profesional.

Perubahan tidak datang dalam semalam. Dewi Murni memimpin 10 anggota kelompoknya untuk keluar dari zona nyaman. Ia mencatat tingkat kelembapan kumbung (rumah jamur) setiap hari dan belajar memahami siklus hidup jamur dengan sangat detail. Di bawah kepemimpinannya, kelompok ini menerapkan sistem piket bergiliran untuk memonitor perkembangan jamur.

“Ibu-ibu sekarang sudah tahu cara merawat dan mengantisipasi hama. Ternyata merawat jamur itu seperti merawat anak bayi, butuh perhatian khusus dan ilmu yang pas,” ujar Dewi.

Hasilnya kini mulai terasa. Budidaya jamur tiram telah menjadi sumber pendapatan baru bagi 10 anggota kelompok SEROJA. Namun, bagi Dewi, perubahan yang paling membanggakan adalah transformasi mentalitas para anggotanya.

Para ibu yang dulunya hanya fokus pada urusan domestik, kini tampil lebih percaya diri dalam berdiskusi dan mengambil keputusan. Mereka bahkan memiliki visi besar: menjadikan Desa Rimba Beringin sebagai Sentra Jamur Tiram untuk pengembangan ekonomi lokal.

“Sekarang kami punya penghasilan sendiri. Pegang uang dari keringat sendiri itu rasanya beda, ada kebanggaan yang susah dijelaskan,” pungkas Dewi dengan penuh optimisme.

“Fokus utamanya adalah kemandirian. Kami memahami bahwa tantangan terbesar pelaku usaha mikro, terutama kelompok perempuan, adalah minimnya kepercayaan diri dan akses terhadap ilmu pengetahuan. Melihat bagaimana Kelompok SEROJA kini mampu mengelola aspek teknis budidaya hingga manajemen kelompok secara profesional, menunjukkan bahwa tujuan pemberdayaan telah mencapai sasarannya,” kata Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal.

PHR terus berkomitmen untuk hadir dan tumbuh bersama masyarakat di wilayah operasi. Diharapkan semangat Kelompok Seroja dapat menular ke desa-desa lain, membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, potensi lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang luar biasa.


# # # # # #


Tentang PHR Zona Rokan


PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.


Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.


Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.


Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan(***)
Editor: 1

Lingkungan
Berita Terkait
  • Sabtu, 11 Apr 2026 19:10

    Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

    Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta

  • Sabtu, 11 Apr 2026 18:52

    Ini Dia Pejabat Polres Rohil Yang di Sertikjabkan, Kasartreskrim di Tempati Kris Tofel

    Rohil-Polres Rokan Hilir (Rohil ) melaksanakan Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat utama dan Kapolsek jajaran pada Jumat (10/4/2026) sekira pukul 14.20 Wib di Selasar Mapolres Roh

  • Sabtu, 11 Apr 2026 15:53

    Wamenkes Ungkap Peluang Hidup Pasien Sirosis yang Lakukan Transplantasi Hati

    JAKARTA - Penyakit hati masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi seperti sirosis, gagal hati, hingga kanker hati sering kali datang tanpa ge

  • Sabtu, 11 Apr 2026 15:50

    Bahaya Keseringan Minum Teh Manis untuk Tubuh

    JAKARTA - Teh manis merupakan salah satu minuman yang sudah melekat di masyarakat Indonesia. Minuman tersebut sudah seperti minuman wajib setiap hari, apalagi kenikmatannya lebih terasa

  • Sabtu, 11 Apr 2026 15:46

    Cegah Penularan Campak, Anak yang Demam dan Batuk Sebaiknya Tak Sekolah Dulu

    JAKARTA - Campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang sering menyerang anak-anak di Indonesia. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan cakupan imunisasi, kasus campak masih di

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.