Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Wujudkan Riau Jadi Paru-paru Dunia, Kapolda Herry Heryawan Gagas Green Policing

Berita

Wujudkan Riau Jadi Paru-paru Dunia, Kapolda Herry Heryawan Gagas Green Policing

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 07 Feb 2026 08:57
(FotoGoriau.com)
PEKANBARU â€" Kapolda Riau, Herry Heryawan, menegaskan komitmennya untuk mengubah citra Provinsi Riau dari daerah penghasil asap menjadi paru-paru dunia melalui strategi Green Policing. Gagasan ini disampaikan saat memberikan kuliah umum di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Jumat (6/2/2026).

Dalam pemaparannya, Herry Heryawan menyoroti tantangan besar lingkungan di Riau, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), deforestasi, hingga aktivitas tambang serta penebangan liar. Meski aplikasi Dashboard Lancang Kuning telah dioptimalkan, ia menilai kesadaran kolektif masyarakat tetap menjadi kunci utama.

"Apabila 20 persen dari masyarakat Riau sadar akan lingkungan dan menanam pohon, berarti dalam satu tahun bisa mencapai 26 juta pohon. Dengan jumlah itu, kita bisa menjadi paru-paru dunia," ujar sosok lulusan Akpol 1996 tersebut.

Menurutnya, Green Policing bukan sekadar program penanaman pohon biasa, melainkan pendekatan ekologis yang menempatkan polisi sebagai penjaga kehidupan. Strategi ini mengintegrasikan aspek keamanan, keadilan, dan keberlanjutan lingkungan yang selaras dengan filosofi Melayu, melindungi tuah menjaga marwah.

Persoalan lingkungan memang menjadi perhatian serius publik. Berdasarkan survei Tumbuh Institute pada April 2025, sebanyak 65 persen dari 1.200 responden menggantungkan harapan kepada Polda Riau untuk menuntaskan krisis lingkungan yang mencakup 85 persen permasalahan di Bumi Lancang Kuning.

Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan penurunan drastis luas hutan di Riau, dari 5,6 juta hektare pada 2016 menjadi hanya 1,7 juta hektare pada 2023. Menanggapi degradasi ini, sepanjang 2025, jajaran Polda Riau telah menanam 72.241 pohon.

"Penanaman ini diproyeksikan mampu menekan emisi sekitar 404 hingga 890 ton CO2 equivalent per tahun, atau setara dengan nilai ekonomi Rp23 miliar sampai Rp25 miliar," jelasnya di hadapan mahasiswa dan Rektor Unilak, Prof DR Junaidi, MSi.

Selain langkah preventif, penegakan hukum yang tegas tetap dijalankan. Dalam tujuh bulan terakhir, kepolisian telah memusnahkan 972 alat tambang emas ilegal (dompeng) di Kuantan Singingi yang selama ini merusak ekosistem tanpa memberikan kontribusi pajak bagi daerah.

Herry mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Riau terkait Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) agar aktivitas ekonomi masyarakat berjalan legal dan terpantau dampaknya. "Izin yang diberikan secara formil membuat kita bisa memantau perkembangan serta melakukan restorasi lingkungan secara tertata," pungkasnya. (grc)

Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.