Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Airlangga Optimis Daya Beli Meningkat, Tapi Tetap Antisipasi Dampak Perang

Ekbis

Airlangga Optimis Daya Beli Meningkat, Tapi Tetap Antisipasi Dampak Perang

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 03 Mar 2026 14:44
(FotoOkezone.com)
JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, optimistis daya beli masyarakat akan meningkat selama Ramadhan 2026. Pemerintah meyakini berbagai program stimulus yang disiapkan dapat mendorong aktivitas belanja, meski masyarakat sempat khawatir dengan kondisi ekonomi.

Airlangga menekankan bahwa kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian tetap terjaga.

“Kita lihat saja, ada kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen, dan pemerintah terus mendorong program belanja di Indonesia, termasuk program lain dengan diskon yang cukup tinggi. Diharapkan daya beli juga akan terdongkrak,” ujar Airlangga usai konferensi pers THR, Selasa (3/3/2026).

Terkait eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Airlangga menyatakan pemerintah terus melakukan pemantauan ketat.

Meski situasi tersebut berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan BBM, pemerintah belum menetapkan langkah drastis karena masih menilai durasi konflik.

“Geopolitik kita lihat saja. Ini perang baru beberapa hari, kita monitor berapa lama. Antisipasi tergantung dari situasi perang ini, apakah seperti di Ukraina yang lama atau perang singkat,” jelasnya.

Mengenai kelangsungan impor, terutama dari Amerika Serikat di tengah krisis, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia telah memiliki jaminan pasokan melalui kerja sama antarperusahaan (Business-to-Business).

“Sudah ada MoU Pertamina dengan beberapa perusahaan, dan itu tentu bisa dipenuhi. Kita tetap aman,” tegas Airlangga.

Untuk memastikan daya beli benar-benar terdongkrak, pemerintah menyiapkan “amunisi” fiskal besar melalui penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) yang masif pada periode Idulfitri 1447 H.

Pemerintah memprediksi perputaran uang dari THR sektor swasta mencapai Rp124 triliun, berdasarkan data 26,5 juta pekerja penerima upah yang tercatat di BPJS Ketenagakerjaan.

Aturan THR mewajibkan pembayaran penuh (tidak dicicil) paling lambat H-7 Lebaran, dengan besaran satu bulan upah untuk masa kerja ≥1 tahun, dan proporsional untuk masa kerja <1 tahun.

Sementara anggaran THR untuk abdi negara naik 10 persen dibandingkan tahun lalu, dari Rp49 triliun menjadi Rp55 triliun. Rinciannya, Rp22,2 triliun untuk ASN Pusat/TNI/Polri, Rp20,2 triliun untuk ASN Daerah, dan Rp12,7 triliun untuk pensiunan. Pencairan telah dimulai secara bertahap sejak 26 Februari 2026.
Sumber: (Okezone.com)

Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 08:33

    IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Cermati Data Ekonomi Pekan Ini

     Sejumlah sentimen global dan domestik mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sela

  • Jumat, 17 Apr 2026 09:18

    Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

    PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada

  • Rabu, 08 Apr 2026 17:49

    PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional

    Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po

  • Rabu, 18 Mar 2026 16:28

    Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya

    RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:28

    Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

    JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.