Rabu, 17 Jun 2026
Nasional,
Bahlil Bentuk Tim Khusus Pengadaan Batu Bara PLN
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 17 Jun 2026 14:21
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membentuk tim khusus pengadaan batu bara guna membantu PT PLN (Persero) memenuhi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik nasional.
Langkah tersebut diambil setelah pemerintah menemukan adanya kendala dalam pemenuhan pasokan batu bara kalori sedang yang menjadi kebutuhan utama sejumlah pembangkit PLN.“Dalam rangka pengawasan energi primer agar tidak begini terus, maka kami membentuk tim pengadaan. PLN, Dirjen Minerba, dan BPKP,” ujar Bahlil dikutip dari Antara, Rabu (17/6/2026).
Bahlil menjelaskan, kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta metrik ton per tahun. Untuk menjamin pasokan tersebut, pemerintah telah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan tambang batu bara dengan total volume sekitar 190 juta ton.
Dari jumlah tersebut, sekitar 150 juta hingga 160 juta ton telah mendapatkan konfirmasi pasokan. Sementara itu, volume yang sudah masuk tahap kontrak mencapai 134 juta ton.
“Dari 190 juta ton, yang sudah dilakukan konfirmasi sekitar 150"160 juta ton dan sudah dilakukan kontrak sebesar 134 juta ton,” ucap Bahlil.
Artinya, sebagian besar kebutuhan batu bara PLN telah diamankan melalui kontrak. Namun masih terdapat kekurangan pasokan yang perlu segera diselesaikan agar operasional pembangkit listrik tetap berjalan lancar.
Batu Bara Kalori Sedang
Meski secara volume kekurangannya relatif kecil dibanding kebutuhan total, tantangan terbesar justru berada pada ketersediaan batu bara kalori sedang. Jenis batu bara ini banyak dibutuhkan PLN karena sesuai dengan spesifikasi sejumlah pembangkit listrik.
“Saya harus akui bahwa PLN dalam 134 juta (ton) itu, (PLN) membutuhkan batu bara yang medium, yang kalorinya agak bagus,” ujar Bahlil.
Menurut dia, pasokan batu bara kalori sedang di pasar saat ini semakin terbatas. Di sisi lain, produsen batu bara juga menghadapi dilema karena harga jual ke PLN jauh lebih rendah dibanding harga pasar.
Kondisi tersebut membuat proses pengadaan batu bara untuk kebutuhan domestik tidak selalu berjalan mulus. Padahal, keberlangsungan pasokan batu bara menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
Harga DMO Jadi Sorotan
Bahlil menilai salah satu penyebab sulitnya PLN memperoleh batu bara kalori sedang adalah skema harga Domestic Market Obligation (DMO) yang berlaku saat ini.
Berdasarkan aturan pemerintah, perusahaan tambang menjual batu bara ke PLN dengan harga DMO sebesar US$ 70 per ton. Sementara itu, Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode I Juni 2026 mencapai US$ 121,83 per ton.
“Jadi, harga jual ke PLN itu untuk perusahaannya sudah tidak ada. Itulah yang menjadi masalah,” kata Bahlil.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bahlil mengaku telah menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar berkoordinasi dengan PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Menurut Bahlil, pembentukan tim pengadaan dilakukan agar proses pemenuhan batu bara PLN berjalan lebih transparan dan terkoordinasi.
“Ini (pembentukan tim) agar tidak ada dusta di antara kita. Sudah capek ngomong sana lain, ngomong sini lain, tulis lain, baca lain, bikin lain. Aku tahu ada sesuatu, tetapi udahlah. Kita sama-sama memahami, yang penting kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk negara,” kata Bahlil.(liputan6)
Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/7892371/bahlil-bentuk-tim-khusus-pengadaan-batu-bara-pln
komentar Pembaca