Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Bantah Inkonsisten soal Klaim Kemenangan, BPN Prabowo: Wajar Ada Koreksi Data

Nasional

Bantah Inkonsisten soal Klaim Kemenangan, BPN Prabowo: Wajar Ada Koreksi Data

Kamis, 13 Jun 2019 09:13
Detik.com
Saleh Partaonan Daulay
JAKARTA - Klaim angka kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami beberapa kali perubahan sejak pencoblosan. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga pun menjelaskan mengapa klaim angka kemenangannya terus berubah.

"Bukan tidak konsisten. Itu hanya karena adanya perubahan data yang masuk secara bertahap," kata Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Menurut Saleh, perubahan data adalah hal yang wajar karena proses penghitungan suara yang dilakukan bertahap. Dia menegaskan pihaknya berusaha memberikan informasi terbaru dengan data yang valid.

"Perhitungan itu kan bertahap. Tidak semua datanya langsung diterima. Wajar jika ada perubahan dan koreksi sesuai dengan data yang masuk," katanya.

"BPN berusaha memberikan informasi yang paling terbaru. Itu juga perlu didukung dengan data valid. Melihatnya tentu dalam konteks seperti itu," imbuh Saleh.

Dalam catatan detikcom, angka klaim kemenangan Prabowo-Sandiaga berubah sebanyak tiga kali. Pertama, saat Prabowo berbicara di Rumah Kertanegara Jakarta Selatan beberapa saat seusai pencoblosan 17 April 2019. Saat itu dia menyatakan kemenangan 62% atas Jokowi.

Meski Prabowo menyatakan klaim kemenangan itu tak akan berubah banyak, angka 62% kemudian berganti menjadi 54,24%. Klaim itu disampaikan oleh Profesor Dr Laode Masihu Kamaluddin dalam simposium Prabowo-Sandi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, 14 Mei 2019.

Terakhir, dalam gugatannya ke Mahkamah Konstitusi, Prabowo-Sandiaga mengklaim menang Pilpres dan memperoleh 68.650.239 suara sebagaimana perhitungan KPU. Tapi Prabowo menilai suara Jokowi-Ma'ruf digelembungkan KPU sehingga ia kalah.

Berdasarkan keputusan KPU, Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan 85.607.362 suara. Versi Prabowo, angka itu digelembungkan dari jumlah seharusnya, yaitu 63.573.169 suara.

"Berdasarkan dokumen C1 yang dimiliki oleh Pemohon, perolehan suara Pemohon adalah 68.650.239 atau 52 persen," kata Bambang Widjojanto (BW) dkk.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Selasa, 19 Mei 2026 16:47

    Pegawai PNM Pelalawan Tenggelam di Sungai Indragiri saat Survei Kebun

    RENGAT-Diduga akibat sarat muatan, pegawai lembaga pembiayaan non-bank Pemodalan Nasional Madani (PNM) Ukui Kabupaten Pelalawan Ardi Yahya (34) tenggelam di Sungai Indragiri. Persisnya di Desa Pasir S

  • Selasa, 19 Mei 2026 16:26

    Rumah Petak dan Mobil Pikap Ludes Terbakar di Marpoyan Damai

    PEKANBARU-Satu unit rumah petak dan sebuah mobil pikap terbakar di Jalan Mesjid Sirathal Mustakim, RT 004 RW 014, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Selasa (19/5/20

  • Selasa, 19 Mei 2026 16:22

    Bhabinkamtibmas Beri Motivasi Petani Cabai untuk Tingkatkan Hasil Panen

    PELALAWAN â€" Jajaran Polres Pelalawan melalui Polsek Pangkalan Lesung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah hukumnya. Salah satu upaya tersebut dilakukan d

  • Selasa, 19 Mei 2026 16:15

    FBN Riau Dilantik, Kepala Kesbangpol Harap Jadi Garda Terdepan Cegah Degradasi Moral dan Peredaran Narkoba

    PEKANBARU-Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rahmat hadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Bela Negara (FBN) Provinsi Riau. Kegiatan ini dirangkai

  • Selasa, 19 Mei 2026 16:12

    Orgen Tunggal Malam di Deluk, Polisi Amankan Seorang Pengguna Narkoba

    BENGKALIS-Satres Narkoba Polres Bengkalis bersama Tim Raga, Samapta Polres Bengkalis serta gabungan personel Polsek Bantan mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengguna perusak saraf jenis sab

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.