Senin, 01 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Dipersilakan Polisi Lapor Jika Terancam, Ini Respons Ahli IT Hermansyah

Nasional

Dipersilakan Polisi Lapor Jika Terancam, Ini Respons Ahli IT Hermansyah

Sabtu, 22 Jun 2019 10:04
Detik.com
Ahli IT Hermansyah saat menjadi saksi di sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di MK
JAKARTA - Polisi mengimbau ahli IT Hermansyah untuk membuat laporan jika merasa terancam keselamatannya. Apa kata Hermansyah?

"Intinya saya belum perlu merasa melapor. Tapi saya sudah lapor ke saudara saya yang polisi. Intinya saya menjaga diri. Karena ada mobil berhenti di depan rumah. Rumah saya di kompleks Sentul itu sepi, jadi kalau ada mobil berhenti 'kalau banyak' mencurigakan," kata Hermansyah saat dihubungi, Jumat (21/6/2019) malam.

Hermansyah merupakan saksi yang dihadirkan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (19/6) lalu. Saat itu Hermansyah mengaku merasa terancam dengan adanya mobil yang berhenti di depan rumahnya di Sentul, Bogor.

Terkait hal itu, Hermansyah mengaku mengungkapkan 'keganjilan' ada mobil berhenti di depan rumahnya karena khawatir. Dia mengatakan belum lapor ke polisi karena belum ada kontak fisik.

Dia lalu mengungkap pengalamannya saat diserang oleh sekelompok orang di tol. Saat itu Hermansyah sempat mengalami luka akibat terkena senjata tajam jenis pisau.

"Sebagai orang yang trauma, dan saya pernah ditusuk-tusuk. Tapi belum melaporkan karena saya dan istri merasa belum ada kontak fisik. Jadi tidak buru-buru melapor. Makanya saya kirim ke saudara saya yang polisi, sebagai ketakutan saya," tuturnya.

"Intinya kalau benar-benar meresahkan kita, akan lapor. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Dengan peristiwa yang saya pernah alami, saya kan deg-degan," imbuh Hermansyah.

Diketahui, Hermansyah saat menjadi saksi di sidang MK mengaku merasa terancam. Ia mencurigai sejumlah mobil yang berhenti di depan rumahnya, di Depok, Jawa Barat.

Hermansyah saat itu ditanya hakim MK soal dugaan ada-tidaknya ancaman. Hermansyah kemudian menyebut bahwa ancaman yang ia rasakan belum sampai ke ancaman fisik sehingga dia belum bisa melapor.

"Ada beberapa mobil berhenti di rumah saya, padahal rumah saya tidak biasanya itu," kata Hermansyah dalam sidang lanjutan gugatan hasil Pilpres 2019 di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Rabu (19/6).

Menurut Hermansyah, peristiwa mobil berhenti dekat rumahnya terjadi antara Senin (17/6) dan Selasa (18/6). Soal dugaan kecurigaan adanya ancaman kembali ditanyakan hakim MK I Dewa Gede Palguna.

"Saya merasa terancam, Pak," kata Hermansyah.

Hakim kemudian menyarankan agar Hermansyah meminta perlindungan kepada polisi. Akan tetapi Hermansyah kemudian menyebut bahwa ancaman yang ia rasakan belum sampai ke ancaman fisik sehingga dia belum bisa melapor.




Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 01 Jun 2026 13:19

    Polisi Mulai Selidiki Penyebab Kebakaran di Bukit Lumut Rohul

    PASIR PENGARAIAN - Polsek Rokan IV Koto, Rohul mulai melakukan penyelidikan atas kebakaran yang terjadi di Bukit Lumut, Desa Cipang Kiri Hulu. Pemilik lahan akan segera dipanggil.Seperti yang diketahu

  • Senin, 01 Jun 2026 13:13

    Pertanyakan Hak Bonus PON 2024, Atlet dan Pelatih Datangi Dispora hingga Plt Gubernur Riau.

    PEKANBARU-Pelatih dan atlet Riau berkumpul di Sekretariat KONI Riau, Selasa (2/6/2026) besok. Mereka akan mempertanyakan perihal bonus yang menjadi hak atlet yang belum juga terbayarkan sejak 2024.Kab

  • Senin, 01 Jun 2026 11:23

    Prabowo Akui Rakyat Cuma Jadi Penonton, Terlalu Lama Kekayaan Kita Dinikmati di Luar Negeri

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal kondisi perekonomian nasional. Prabowo mengajak seluruh pihak untuk jujur melihat kondisi perekonomian nasional. Meski Indonesia mencatat pert

  • Senin, 01 Jun 2026 10:15

    Patroli Geng Motor dan Premanisme di Dumai Membuahkan Hasil Tak Terduga, Tangkap Pengedar Ganja.

    PEKANBARU-Operasi pemberantasan premanisme dan geng motor yang digelar Tim Raga Polres Dumai membuahkan hasil tak terduga. Saat berpatroli menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, petugas just

  • Senin, 01 Jun 2026 10:12

    Kurir Residivis Narkoba Ditangkap di Pelalawan, Tas yang Dibawa Penuh Ekstasi dan Cairan Etomidate.

    PEKANBARU - Seorang residivis kasus narkotika berinisial B ditangkap tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau.Ia diamankan saat membawa tas ransel hitam berisi ratusan pil ekstasi dan cairan etomidat

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.