Nasional
Jokowi dan SBY Diminta Duduk Bersama Ungkap Dokumen TPF Kasus Munir
Kamis, 27 Okt 2016 12:06
JAKARTA - Presiden Indonesia ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut polemik tentang keberadaan dokumen laporan akhir Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib bergeser ke arah politik.
Hal tersebut disampaikan SBY saat menggelar konferensi pers di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Selasa 25 Oktober 2016. Menurut dia, setelah mengamati dari berbagai media massa dalam dua pekan terakhir, kisruh dokumen TPF Munir telah melenceng dari substansi.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, munculnya pernyataan SBY terkait muatan politis dalam kasus ini sangatlah wajar. Mengingat, SBY adalah mantan orang nomor satu di Indonesia saat kasus Munir diselidiki.
"Menurut saya wajar bila dicitrakan demikian karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat pada penguasa sebelumnya," tutur Hendri saat berbincang dengan Okezone, Kamis (27/10/2016).
Hendri menjelaskan, kisruh soal laporan akhir TPF ini bisa terselesaikan jika SBY dan Jokowi duduk bersama untuk membicarakan kelanjutan kasus pembunuhan pejuang HAM Indonesia tersebut.
"Sebetulnya polemik ini bisa selesai bila kedua tokoh bangsa ini bertemu dan menemukan solusi bersama sehingga tidak menimbulkan kegaduhan," ujar dia.
Lebih lanjut, Hendri menekankan, bahwa substansi penyelesaian dan pengungkapan kasus pembunuhan Munir ini bukan pada hilangnya draft asli laporan TPF. Menurut dia, substansi kasus ini adalah konsistensi pemerintah untuk serius membongkar pelaku lain dalam kasus ini.
"Menurut saya bukan di situ polemiknya, intinya adalah bagaimana pemerintah siapapun yang berkuasa berposisi (menyikapi) terhadap kasus Munir ini," tutupnya. (Okezone.com)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri