Kamis, 28 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Kalah Kritis dari Rizal Ramli, DPR Bikin Gemes

Kalah Kritis dari Rizal Ramli, DPR Bikin Gemes

Sabtu, 22 Agu 2015 14:29
Sindo
Tjipta Lesmana (kanan)

JAKARTA-Kurang dari seminggu Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan perombakan terhadap kabinetnya, kini kabinet baru tersebut sudah diwarnai dengan perselisihan lantaran kritisnya Menko Kemaritiman, Rizal Ramli.

Sungguh berbeda dengan DPR. Pengamat Komunikasi Politik, Tjipta Lesmana mengaku tidak puas dengan anggota DPR. Menurutnya, anggota DPR sekarang ini kualitasnya telah turun, terutama soal sikap kritis terhadap pemerintah.

"Kalau misalnya Sindo Trijaya ini mengadakan polling terhadap kualitas kinerja DPR, saya yakin 80 persen jawabannya masyarakat tidak puas dengan kinerja DPR. Saya saja heran, kok begini kualitas DPR saya?" kata Tjipta dalam diskusi Polemik Sindo di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (22/8/2015).

Tjipta mengatakan, seharusnya anggota DPR bisa bersikap kritis dalam setiap pertemuan kabinet. Bahkan Tjipta berharap, anggota DPR seharusnya marah lantaran "posisinya" diambil oleh Rizal Ramli, selaku menteri koordinator bidang kemaritiman yang baru.

"Gemes saya sama anggota DPR sekarang. Kerjaannya diam saja, tidak kritis. Harusnya teman-teman DPR tuh marah karena posisinya diambil RR (Rizal Ramli). Tolong sampaikan ya ke DPR, jangan diam saja. Kalau saja ada di situ, saya cecar pasti," tegas Tjipta.

Sebagaimana diketahui, Rizal mendapat teguran dari Presiden Jokowi, setelah mengkritik Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri BUMN Rini Soemarno, terkait rencana PT Garuda Indonesia Tbk untuk membeli 30 jet Airbus dengan pinjaman US$44,5 miliar (sekitar Rp 612 triliun).

Dalam menyampaikan kritikannya, Rizal menyuarakan pendapatnya secara terang-terangan. Padahal Jokowi meminta Rizal untuk menyuarakan pendapatnya secara privat dalam pertemuan-pertemuan kabinet.

Tjipta mengakui, dalam sebuah organisasi memang sebaiknya masalah dibicarakan secara tertutup terlebih dahulu. Namun secara teoritis, kritik terbuka jauh lebih efektif.

"Alangkah baiknya kalau ada masalah memang dibicarakan di forum kabinet dulu, tapi kalau nggak efektif ya tidak apa-apa dibicarakan keluar. Toh, kita ini negara demokrasi, rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi, sehingga mereka berhak mengawasi kebijakan," tandasnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Rabu, 27 Mei 2026 17:22

    Tanda-Tanda Kolesterol Naik Setelah Makan Daging Berlebihan

    JAKARTA - Tanda kolesterol naik setelah makan daging berlebihan. Perayaan Hari Raya Idul Adha identik dengan berbagai hidangan berbahan dasar daging kurban. Namun, konsumsi daging secara berlebihan se

  • Rabu, 27 Mei 2026 17:20

    3 Rekomendasi Wisata Taman Nasional di Indonesia versi Ramon Tungka

    JAKARTA - Sudah pernahkah kamu berwisata ke taman nasional? Sensasi alam dengan ekosistem asli begitu melekat saat menyambangi wisata yang satu ini. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan K

  • Rabu, 27 Mei 2026 17:18

    Ancol Targetkan 30.000 Kunjungan Wisatawan di Libur Idul Adha 2026

    JAKARTA - Kawasan Wisata Ancol menargetkan puluhan ribu wisatawan memadati area rekreasi selama libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memproyeksikan jumlah kunjungan me

  • Rabu, 27 Mei 2026 17:15

    Idul Adha 1447 H, Polres Inhu Gelar Sholat Ied Dan Potong Hewan Qurban Berasal Dari Peternak Ketahanan Pangan Binaan

    INHU - Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Lapangan Apel Mapolres Indragiri Hulu pada Rabu pagi, 27/5/2026. Sejak pukul 07.30 WIB, jajaran personel Polres Inhu bersama Bhayangkari dan ma

  • Rabu, 27 Mei 2026 12:36

    Qurban Idul Adha 1447 H, Sedinginan Potong 70 Sapi Dan 10 Ekor Kambing

    Rohil-Idul Adha 1447 H, Kelurahan Sedinginan Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rohil, menyembelih 70 ekor sapi dan 10 ekor kambing pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijrah, Rabu (27/5/26). Penyembeliha

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.