Nasional
Kapolri Tunggu Rekomendasi Jaksa Agung untuk Buka Penyidikan Kasus Munir
Kamis, 27 Okt 2016 12:07
JAKARTA - Kendati belum terjawab ke mana raibnya dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) tewasnya aktivis HAM Munir Said Thalib, beberapa rekomendasi sudah menyebar di internet. Rekomendasi itu diberikan TPF pada 23 Juni 2005 kepada Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama kementrian-lembaga terkait di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).
Salah satunya TPF merekomendasikan kepada Presiden RI untuk memerintahkan Kapolri agar melakukan penyidikan lebih mendalam terhadap kemungkinan peran Indra Setiawan, Ramelga Anwar, AM Hendropriyono, Muchdi PR dan Bambang Irawan dalam pemufakatan jahat melakukan pembunuhan berencanan terhadap Munir.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian enggan menanggapi apakah Polri akan menindaklanjuti rekomendasi tersebut dan membuka penyidikan baru dalam kasus Munir ini. Mantan Kepala BNPT ini mengatakan akan bertindak setelah Kejaksaan Agung mengeluarkan hasil evaluasi dalam rangka mencari keberadaan dokumen tersebut. "Kita tunggu hasil evaluasi dan rekomendasi dari Kejaksaan," kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/216).
Sebelumnya kasus ini mencuat kala lembaga KontraS memenangkan gugatan di peradilan Komisi Informasi Pusat (KIP) dengan tergugat Kemensetneg. Hasilnya dokumen hasil investigasi tewasnya Munir harus dibuka kepada publik. Namun belakangan Kemensetneg mengakui tidak menguasai dokumen tersebut.
Munir sendiri wafat pada 7 September 2004 di pesawat Garuda GA-974 kursi 40 G dalam perjalanan menuju Ansterdam, Belanda untuk melanjutkan studinya ke Universitas Utrecht. Dia dibunuh oleh pilot Garuda Pollycarpus Budihari Priyanto. TPF sendiri dibentuk pada masa pemerintahan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). TPF telah memberikan rekomendasi pada 23 Juni 2005. (Okezone.com)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri