Ketua DPR: Jangan Terjadi Lagi Kelangkaan Minyak Goreng di Negeri Sendiri
Admin
Selasa, 16 Agu 2022 11:33
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022. Puan menyamapaikan bahwa era globalisasi telah menempatkan masyarakat semakin terbuka dan terhubung secara sosial, budaya, ekonomi, dan politik.
"Bahkan dapat menggerus nilai-nilai luhur bangsa dan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia, seperti nilai-nilai agama, budaya, sopan santun, etika, dan toleransi serta sikap saling menghormati di antara sesama bangsa Indonesia," kata Puan, Senin (16/8).
Oleh karena itu, Puan menilai Indonesia dituntut untuk dapat memiliki kemampuan dan kekuatan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Harapannya agar dapat mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian berlandaskan Pancasila.
"Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua, seluruh pemangku kepentingan, seluruh anak bangsa, untuk membangun kekuatan nasional kita, yang dimulai dari kesadaran, kemauan dan komitmen untuk ikut ambil bagian dalam kerja bersama, gotong royong, memajukan Indonesia di segala bidang," sebut Puan.
Lebih lanjut, Puan mengingatkan jangan sampai ada lagi kasus kelangkaan minyak. "Ke depan jangan terjadi lagi permasalahan seperti kelangkaan minyak goreng di negeri sendiri, yang merupakan negara penghasil CPO terbesar di dunia," tegasnya.
"Kita tidak ingin hanya menjadi sasaran pasar dari produk luar. Kita ingin dapat berdikari di bidang ekonomi melalui industri nasional. Kita juga tidak ingin bangsa Indonesia hanya menjadi kuli di negerinya sendiri. Kita harus Bangga menggunakan Produk Anak Bangsa Indonesia," imbuh Puan.
Tak hanya itu, pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia juga dinilai membutuhkan perhatian semua pihak sebab, kemajuan pembangunan di daerah adalah kemajuan Indonesia. Puan pun menyinggung jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah berjumlah lebih dari 3,9 juta orang.
"Reformasi Birokrasi yang dijalankan oleh Aparatur Sipil Negara, merupakan sebuah modal kekuatan dalam mempercepat kemajuan Indonesia. Aparatur Sipil Negara harus meninggalkan sikap membenarkan yang biasa dan mulai dengan semangat baru yaitu membiasakan yang benar," imbaunya.