Kondisi Bharada E, Semakin Baik dan Mendekatkan Diri kepada Tuhan
Admin
Selasa, 13 Sep 2022 10:19
JAKARTA - Kasus pembunuhan Brigadir J kini tengah berjalan menuju tahapan persidangan. Dalam prosesnya, masing-masing tersangka mulai merasakan situasi yang tertekan, terlebih pada kondisi saksi pelaku yang kini tengah mendapatkan perlindungan Justice Collaborator, Bharada E alias Richard Eliezer.
Seperti yang disampaikan kuasa hukum Bharada E, Ronny Berty Talapessy, kliennya sempat mengalami trauma pasca terlibat dalam penembakan Brigadir Yosua Hutabarat. Untuk itu, Ronny tegaskan kliennya masih menjalani terapi trauma.
"Baik, sekarang posisinya lebih mendekat kepada tuhan, banyak berdoa. Tetapi kemarin ada terapi sampai 1,5 jam," ujar Ronny saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (13/9/2022).
Ronny menyampaikan, kondisi trauma ini didapatkan setelah Bharada E menjalani assessment psikologis dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), selaku pihak yang menjamin JC-nya.
"Kita kan sudah melakukan asesement psikolog juga, jadi terapinya soal trauma. Kita lihat masih ada trauma," kata Ronny.
Sementara itu, Juru Bicara LPSK, Rully Novian menyampaikan kondisi psikologis Bharada E semakin sehat. Meski begitu, Rully tidak menampik bahwa Bharada Eliezer sempat alami kekhawatiran pasca proses rekonstruksi di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan kemarin.
"Jadi psikologis Bharada E sampai hari ini baik dan sehat. Memang beberapa waktu lalu menghadapi rekonstruksi adanya kekhawatiran, kemudian kembali kuat," terang Rully kepada awak media.
Oleh karena itu, Rully menyampaikan lembaganya kini tetap memberikan layanan psikologi dan spiritual kepada Bharada E.
"LPSK sendiri memberikan layanan psikologi dan psikospiritual untuk orang yang kadang-kadang membutuhkan penguatan rohani. Bisa ke ustad, pastur, kyai atau pendeta itu tergantung orangnya. Kadang, orang ada yang secara mental bisa lebih kuat jika mendapatkan dari penguatan rohani," jelas Rully.