Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • MUI: Pria Ngaku Imam Mahdi Pahami Konsep Keagamaan yang Salah

Nasional

MUI: Pria Ngaku Imam Mahdi Pahami Konsep Keagamaan yang Salah

Jumat, 31 Mei 2019 10:28
Detik.com
Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi KH Masduki Baidlowi
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut gejala pria yang mengaku Imam Mahdi di Depok dilatarbelakangi ketidakadilan dan kemiskinan. Kemudian pria tersebut juga salah memahami konsep keagamaan.

"Iya biasanya ada latarbelakang ketidakadilan menurut dia, ada latarbelakang kemiskinan, dia melihat fenomena itu lantas kemudian dia mengaku Imam Mahdi tetapi itu gejala yang pemahaman konsep keagamaan yang salah, ya awam lah. Yang ikut dan diikuti sama-sama tidak paham secara mendalam ilmu keagamaan," kata Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi KH Masduki Baidlowi saat dihubungi, Kamis (30/5/2019).

Winardi sebelumnya menghebohkan warga Bedahan, Sawangan, Depok, karena mengaku sebagai Imam Mahdi. Tidak hanya pengakuannya sebagai Imam Mahdi, adanya musala di rumahnya yang menyerupai Kakbah pun menjadi masalah.

Masduki mengatakan pengakuan Imam Mahdi tersebut biasanya bermodus penipuan. Tapi dirinya ingin berkoordinasi dengan MUI Depok hingga Ormas Islam di Depok untuk mengetahui peristiwa sebenarnya.

"Saya mengimbau kepada masyarakat Muslim tidak percaya orang yang mengaku-ngaku Imam Mahdi karena biasanya klaim terhadap pengakuan diri sebagai Imam Mahdi atau Mahdiisme itu biasanya kedoknya bisa jadi bentuk penipuan. Walaupun kami nanti akan berkoordinasi dengan MUI Depok dan ormas Islam lain untuk berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah konstruktif apa yang terjadi sebenarnya," tuturnya.

"Tetapi gejala Mahdiisme itu ditimbulkan oleh banyak sebab, salah satunnya biasanya ada gerakan mahdiisme yang dilatarbelakangi ajaran-ajaran tidak mainstream artinya ajaran yang bukan menjadi batang tubuh dari umat islam," imbuh dia.

Dalam hadist, menurut Masduki memang ada kemunculan Imam Mahdi pada akhir zaman atau kiamat. Tapi kiamat tidak bisa diketahui kapan munculnya.

"Akhir zaman kapan itu tidak ada yang tahu. Sehingga siapapun bisa mengaku-ngaku, biasanya muncul gejala Imam Mahdi itu seperti itu ketika merasa ada proses ketidakadilan di masyarakat. Ada proses ketidakadilan dan latarbelakang kemiskinan, kalau lihat kondisi sekarang Indonesia tidak miskin amat," ucap dia.

Dia meminta seluruh masyarakat tidak percaya seorang yang mengaku Imam Mahdi. Apalagi bulan Ramadhan lebih baik dilakukan kegiatan ibadah salat, dzikir hingga salawat di masjid atau mushola.

"Imbauan buat umat islam hati-hati, jangan mudah terpengaruh dan terpancing. Apalagi bulan Ramadhan melakukan iktikaf, dzikir dan ibadah di masjid, puasa hati dan pikiran. Hal terkait gejala seperti itu jangan terpengaruh, itu gerakan yang muncul dari sebuah perasaan satu orang atau kelompok yang tidak diberlakukan adil dan merasa ada kemiskinan yang tidak tertangani negara, ada merasa didzolimi," jelas dia.

Sebelumnya, Wardani didatangi oleh MUI dan aparat dari Kecamatan Sawangan hingga Polsek Sawangan pada Rabu (29/5) malam, setelah undangan open house halal bihalal yang akan digelar Kamis (6/6) di rumahnya, tersebar di media sosial.

Wardani mengaku bertaubat setelah diperingatkan oleh MUI Depok. Winardi juga berjanji akan meninggalkan segala ajarannya yang dinilai sesat.

"Saya mengakui, Demi Allah saya bertaubat kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan meninggalkan semua ajaran yang telah saya ajarkan kepada murid-murid saya," ucap Winardi dituntun oleh MUI Depok, seperti dilihat detikcom dalam sebuah video, Kamis (30/5).

Wanardi mengucap taubat dan dua kalimat syahadat dalam pertemuan di kantor Kecamatan Sawangan, Depok, pada Rabu (29/5). "Alhamdulillah," sambut sejumlah orang yang berada dalam ruangan tersebut.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Selasa, 19 Mei 2026 16:47

    Pegawai PNM Pelalawan Tenggelam di Sungai Indragiri saat Survei Kebun

    RENGAT-Diduga akibat sarat muatan, pegawai lembaga pembiayaan non-bank Pemodalan Nasional Madani (PNM) Ukui Kabupaten Pelalawan Ardi Yahya (34) tenggelam di Sungai Indragiri. Persisnya di Desa Pasir S

  • Selasa, 19 Mei 2026 16:26

    Rumah Petak dan Mobil Pikap Ludes Terbakar di Marpoyan Damai

    PEKANBARU-Satu unit rumah petak dan sebuah mobil pikap terbakar di Jalan Mesjid Sirathal Mustakim, RT 004 RW 014, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Selasa (19/5/20

  • Selasa, 19 Mei 2026 16:22

    Bhabinkamtibmas Beri Motivasi Petani Cabai untuk Tingkatkan Hasil Panen

    PELALAWAN â€" Jajaran Polres Pelalawan melalui Polsek Pangkalan Lesung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah hukumnya. Salah satu upaya tersebut dilakukan d

  • Selasa, 19 Mei 2026 16:15

    FBN Riau Dilantik, Kepala Kesbangpol Harap Jadi Garda Terdepan Cegah Degradasi Moral dan Peredaran Narkoba

    PEKANBARU-Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rahmat hadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Bela Negara (FBN) Provinsi Riau. Kegiatan ini dirangkai

  • Selasa, 19 Mei 2026 16:12

    Orgen Tunggal Malam di Deluk, Polisi Amankan Seorang Pengguna Narkoba

    BENGKALIS-Satres Narkoba Polres Bengkalis bersama Tim Raga, Samapta Polres Bengkalis serta gabungan personel Polsek Bantan mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengguna perusak saraf jenis sab

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.