Senin, 27 Apr 2026
  • Home
  • Nasional
  • PPATK: Data Dokter-Pegawai BUMN Penerima Bansos Masih Akan Bertambah

Nasional,

PPATK: Data Dokter-Pegawai BUMN Penerima Bansos Masih Akan Bertambah

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 12 Agu 2025 11:15
Berita satu.com
Ribuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan profesi elite seperti pegawai BUMN hingga dokter masih akan bertambah. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan baru menyelesaikan sebagian penelusuran saja.

Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan PPATK Danang Tri Hartono mengatakan, pihaknya telah menganalisis sekitar 29 juta data penerima bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos). Dari jumlah tersebut, PPATK baru merampungkan analisis terhadap 14 juta rekening penerima bansos.

PPATK mengidentifikasi penyaluran bansos masuk ke rekening 27.932 pegawai BUMN dan 7.479 dokter. Selain itu, lebih dari 6.000 eksekutif atau manajer yang terindikasi menerima bansos.

"Tentu angka ini masih bisa bertambah karena dari 29 juta, kami baru menyelesaikan (identifikasi) 14 juta penerima bansos. Ini butuh waktu panjang, sehingga kami sampaikan ke Kemensos nanti sebagian lagi kami akan sampaikan," ujar Danang dalam program Beritasatu Malam, Senin (12/8/2025).

Danang menuturkan, kejanggalan penyaluran bansos salah sasaran ini dimulai sekitar tanggal 20 Mei 2025, saat data penerima bansos diberikan oleh Kemensos ke PPATK. Dari data tersebut, PPATK lakukan cross check atau menyandingkan data penerima bansos dengan profil di perbankan.

Hasilnya, ribuan penerima bansos teridentifikasi berprofesi sebagai pegawai BUMN, dokter hingga posisi manajerial lainnya. Ditemukan juga saldo rekening penerima bansos di atas Rp 50 juta, dengan profil penghasilan di atas Rp 50 juta-Rp 100 juta.

Lebih lanjut, Danang menjelaskan, data tersebut merupakan pengakuan nasabah saat pembukaan rekening. Oleh karena itu, nantinya perlu dilakukan ground checking atau verifikasi langsung ke lapangan oleh Kemensos terkait profil penerima bansos.

"Tentu saja, hasilnya endingnya ada di Kemensos. Apakah betul profil perbankan itu sama dengan profil sekarang saat terima bansos, lalu sejak kapan terima bansos apakah 1 tahun, 2 tahun, 3 atau 4 tahun itu datanya ada di Kemensos," imbuh Danang.

Menanggapi temuan PPATK tersebut, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul, telah bergerak cepat menindaklanjuti laporan. Kemensos telah mencoret ribuan penerima bansos yang diduga berprofesi sebagai PNS, ASN, TNI, Polisi, pegawai BUMN, anggota DPRD, dokter, dosen, manajer atau eksekutif.

"Menariknya lagi dari daftar PPATK ini, ada 100.000 lebih penerima bansos yang bisa dibilang berprofesi anomali. Ini diduga, kami masih mendalami dan kami sudah bergerak cepat juga dari 100.000 lebih tadi, 55.000 sudah tidak terima bansos dan 44.000 akan dicoret pada triwulan ketiga 2025," ungkap Gus Ipul dalam kesempatan yang sama.

Gus Ipul menyampaikan bahwa Kemensos akan mengecek kebenaran dari profil penerima bansos tersebut. Bukan hanya dengan PPATK, Kemensos akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti BKN, BPJS Kesehatan, Dikdasmen hingga Kemenag untuk memastikan data profesi anomali yang menerima bansos.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:24

    KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil

    Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:04

    Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital

    Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny

  • Minggu, 19 Apr 2026 11:30

    Dua Paket Sabu Disita, Polres Dumai Ringkus Tersangka di Bukit Kapur

    DUMAI - Berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika, Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai bergerak cepat hingga berhasil mengungkap kasus peredaran sabu di wila

  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.