Nasional
Panglima TNI : Anggota TNI Terlibat Pungli Laporkan
Laporan: Hendra Dedi Syahbudi
Selasa, 25 Okt 2016 14:44
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 129 Pati TNI di Aula A.H. Nasution, Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016), usai mengikuti Rapat Koordinasi yang di pimpin Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Istana Negara.
Panglima TNI dalam pengarahannya menyampaikan bahwa, Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli), sudah ditandatangani Presiden RI Ir. H. Joko Widodo. Dalam Perpres tersebut, Satgas Saber Pungli bertugas untuk memberantas praktek pungutan liar secara efektif dan efisien. "Prajurit TNI agar bantu pemberantasan Pungli, lakukan langkah-langkah konkrit, apa yang disampaikan Presiden sebagai Panglima Tertinggi tentang Pungli itu adalah perintah," tegasnya.
Satgas Saber Pungli memiliki empat fungsi, yakni intelijen, pencegahan, penindakan serta yustisi. Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Satgas Saber Pungli mempunyai wewenang melakukan operasi tangkap tangan. "Buat program unggulan untuk memutus praktek Pungli sehingga ekonomi bergerak dengan baik dan stabilitas keamanan terjaga," imbuhnya.
Terkait Pilkada serentak pada tahun 2017 mendatang, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa, TNI dan Polri berkomitmen untuk menjaga dan memelihara stabilitas keamanan agar pelaksanaan pesta demokrasi dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar. "TNI akan menyiapkan segala kemampuan, daya dan upaya untuk membackup Polri dalam pengamanan Pilkada serentak," katanya.
"Pelaksanaan Pilkada serentak yang perlu diwaspadai adalah wilayah Jakarta, Aceh dan Papua karena wilayah tersebut selalu diamati dan menjadi perhatian dunia internasional, sehingga harus berjalan tertib dan lancar" ujar Panglima TNI.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan agar mengedepankan sinergitas antara aparat keamanan dengan pemerintah diberbagai tingkatan sampai di tingkat desa dalam memantau setiap kemungkinan yang terjadi dan perkembangan situasi di wilayah. "Lakukan deteksi dini dan cegah dini, oleh ketiga pilar utama pemerintah di desa yaitu Babinsa, Babinkamtibmas dan Kepala Desa/Lurah, sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan sedini mungkin sebelum kejadian yang lebih besar, ciptakan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat dengan melakukan program unggulan, sehingga tercipta sinergitas antara TNI dengan masyarakat," pungkasnya. (ded/rls)
nasional
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri