Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Capai 21 Persen
Admin
Senin, 24 Jan 2022 14:11
Progress pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo mencapai 21 persen. Sesuai kontrak kerja, pembangunan masjid hadiah dari Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed Bin Zayed Al-Nahyan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu ditargetkan rampung 26 Agustus tahun ini.
"Intinya tetap sesuai kontrak di 26 Agustus tahun ini. Mudah-mudahan sih selesai," ujar ujar Indra Jayakusuma, Senior Project Manager Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed saat bertemu Wali Kota Gibran Rakabuming Raka di balai kota, Senin (24/1).
Indra mengatakan, masjid yang menempati lahan seluas 2,8 hektare di bekas Depo Pertamina, Gilingan, Banjarsari itu mulai dibangun bulan Maret tahun lalu. Meski hanya tersisa waktu tujuh bulan, Indra memastikan pengerjaan masjid bakal selesai sesuai kontrak.
"Pasti, karena sebetulnya prosentase itu dipengaruhi oleh bobot. Kebetulan bobot yang tertinggi itu ada di finishing, seperti marmer. Karena marmer ini kan mahal. Jadi effort-nya juga agak besar," katanya.
"Jadi kalau misalnya, membandingkannya bobot itu adalah terhadap harga material atau kualitas materialnya seperti apa. Kebetulan marmer ini kan nilainya besar, jadi kalau seminggu itu pencapaiannya bisa besar," imbuhnya menerangkan.
Pemasangan marmer, menurut Indra tidak sesulit struktur beton dan lainnya. "Kalau struktur kan yang dinilai betonnya, sama beton bertulang. Tapi kalau marmer sekali pasang nilainya besar," jelasnya.
Marmer untuk masjid yang dirancang mirip dengan yang ada di Abu Dhabi itu, dikatakan Indra, didatangkan dari Italia. Saat ini marmer tersebut sudah masuk ke Jakarta dan sedang dalam proses fabrikasi.
"Nanti bertahap sampai akumulasi itu bulan Mei. Bulan Mei itu marmernya masuk semua. Terpasang ya mudah-mudahan selesai di bulan Agustus," lanjut Indra.
Indra menambahkan pada bulan Agustus nanti masjid dua lantai senilai Rp280 miliar tersebut sudah bisa difungsikan. Ia bersyukur pembangunan masjid tersebut tidak mengalami kendala berarti, termasuk cuaca.
"Tanggal 28 Februari itu kita mau topping off. Jadi topping off itu ada yang kita selesaikan," ucap dia.
Project Manager Adrian menyampaikan, luas bangunan utama masjid sekitar 8.000 meter persegi. Masjid tersebut dilengkapi ruang VIP, perpustakaan seluas 20 meter persegi dan basement untuk tempat wudu putra dan putri. Terkait lahan parkir, pihaknya berharap ada lahan yang bisa dimanfaatkan.