Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Pengesahan RAPBN 2016 Ditunda, DPR Sudah Komunikasi dengan Jokowi

Pengesahan RAPBN 2016 Ditunda, DPR Sudah Komunikasi dengan Jokowi

Kamis, 22 Okt 2015 14:39
Okezone
Ketua DPR RI Setya Novanto
JAKARTA - Ketua DPR RI, Setya Novanto menegaskan, pembahasan rancangan APBN 2016 yang tengah digodok saat ini tidak bisa begitu saja langsung disahkan.

Pasalnya, ada permintaan dari pemerintah agar pengesahan RAPBN 2016 dapat dilakukan pada 23 Oktober mendatang.

"Kami sudah putuskan bahwa (pengesahan RAPBN-red) tanggal 30 Oktober, dan itu sudah disampaikan pula kepada Presiden melalui komunikasi saya langsung dengan Presiden," kata Setya, Kamis (22/10/2015).

Pria yang akrab disapa Setnov itu menambahkan, batas waktu yang disetujui antara pemerintah dan DPR bertujuan agar RAPBN yang dihasilkan dapat sesuai dengan optimisme pemerintah itu sendiri.

"Jadi tidak mungkin, kita sudah tunda penutupan APBN tanggal 30 Oktober. Nah, kita kesempatan sekali untuk DPR dan pemerintah, untuk agenda mana yang perlu diakselerasi, diharmoniskan, agar bisa berjalan sebaik-baiknya," terang politikus Partai Golkar itu.

Adapun terkait kepergian Presiden Jokowi ke Amerika Serikat (AS), Setnov mengatakan bahwa nantinya Presiden akan menempatkan Menteri Keuangan secara intensif dalam proses pembahasan anggaran di DPR.

"Tentu saya sangat menghargai keputusan itu. Karena saya adakan komunikasi, dengan adanya kemunduran yang awalnya tanggal 27 Oktober menjadi tanggal 30 Oktober tentu menteri terkait bisa mengikuti konsesasi dalam pembahasan," paparnya.

Sementara itu, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati menilai asumsi makro yang diusulkan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 tidak realistis dan cenderung mengada-ada.

"Tidak realistis, tahun ini saja tidak tercapai. Ngawur itu," tegas Enny.

Menurutnya, apa yang diusulkan oleh pemerintah dalam RAPBN 2016 terbilang tidak berdasarkan pertimbangan yang matang dan komprehensif.

"Harus ada pertimbangan yang komprehensif, nah itu jadi acuan. Jangan asal menetapkan. Target inflasi dan penerimaan pajak saja tidak tercapai tahun ini," cetusnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 10:20

    Soekarno Cup Zona Riau: Mata Merah FC Kuansing Libas Banteng Pelalawan 3-0

    PEKANBARU â€" Tim sepak bola DPC PDIP Kuantan Singingi (Kuansing), Mata Merah FC, sukses melibas rivalnya, Banteng Pelalawan (DPC PDIP Pelalawan), dengan skor telak 3-0 dalam laga pembuka Soekarno Cup

  • Jumat, 03 Jul 2026 10:18

    Terbukti Gunakan Dokumen Bodong Saat Mendaftar, PWI Riau Cabut Satu Keanggotaan PWI Bengkalis

    PEKANBARU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau resmi mengambil langkah tegas dengan mencabut salah satu keanggotaan PWI Bengkalis secara permanen. Keputusan ini dijatuhkan lantaran yang

  • Jumat, 03 Jul 2026 09:21

    Pengedar Sabu di Kampung Narkoba Panger Pekanbaru Diciduk

    PEKANBARU - Seorang pria berinisial BS, ditangkap tim Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Riau saat diduga hendak mengedarkan sabu di kawasan kampung narkoba Pangeran Hidayat (Panger), Kota Peka

  • Jumat, 03 Jul 2026 09:18

    112 Hewan Peliharaan di Rohul Mendapat Vaksin Rabies

    PASIR PANGARAIAN - Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Rohul memvaksin 112 hewan peliharaan di hari pertama pelaksanaan bulan vaksinasi, Kamis (2/7/2026). Vaksinasi akan terus dilakukan hingga

  • Jumat, 03 Jul 2026 09:14

    Gantikan Suhardiman Amby, Mukhlisin Terima SK Plt Bupati Kuansing

    PEKANBARU �" Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Mukhlisin, resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing setelah menerima Surat Keputusan (SK) dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubern

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor