Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Pengesahan RAPBN 2016 Ditunda, DPR Sudah Komunikasi dengan Jokowi

Pengesahan RAPBN 2016 Ditunda, DPR Sudah Komunikasi dengan Jokowi

Kamis, 22 Okt 2015 14:39
Okezone
Ketua DPR RI Setya Novanto
JAKARTA - Ketua DPR RI, Setya Novanto menegaskan, pembahasan rancangan APBN 2016 yang tengah digodok saat ini tidak bisa begitu saja langsung disahkan.

Pasalnya, ada permintaan dari pemerintah agar pengesahan RAPBN 2016 dapat dilakukan pada 23 Oktober mendatang.

"Kami sudah putuskan bahwa (pengesahan RAPBN-red) tanggal 30 Oktober, dan itu sudah disampaikan pula kepada Presiden melalui komunikasi saya langsung dengan Presiden," kata Setya, Kamis (22/10/2015).

Pria yang akrab disapa Setnov itu menambahkan, batas waktu yang disetujui antara pemerintah dan DPR bertujuan agar RAPBN yang dihasilkan dapat sesuai dengan optimisme pemerintah itu sendiri.

"Jadi tidak mungkin, kita sudah tunda penutupan APBN tanggal 30 Oktober. Nah, kita kesempatan sekali untuk DPR dan pemerintah, untuk agenda mana yang perlu diakselerasi, diharmoniskan, agar bisa berjalan sebaik-baiknya," terang politikus Partai Golkar itu.

Adapun terkait kepergian Presiden Jokowi ke Amerika Serikat (AS), Setnov mengatakan bahwa nantinya Presiden akan menempatkan Menteri Keuangan secara intensif dalam proses pembahasan anggaran di DPR.

"Tentu saya sangat menghargai keputusan itu. Karena saya adakan komunikasi, dengan adanya kemunduran yang awalnya tanggal 27 Oktober menjadi tanggal 30 Oktober tentu menteri terkait bisa mengikuti konsesasi dalam pembahasan," paparnya.

Sementara itu, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati menilai asumsi makro yang diusulkan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 tidak realistis dan cenderung mengada-ada.

"Tidak realistis, tahun ini saja tidak tercapai. Ngawur itu," tegas Enny.

Menurutnya, apa yang diusulkan oleh pemerintah dalam RAPBN 2016 terbilang tidak berdasarkan pertimbangan yang matang dan komprehensif.

"Harus ada pertimbangan yang komprehensif, nah itu jadi acuan. Jangan asal menetapkan. Target inflasi dan penerimaan pajak saja tidak tercapai tahun ini," cetusnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:25

    Tabrakan Beruntun di Bahu Jalan Tol JORR Cakung, Dua Orang Meninggal Dunia

    JAKARTA - Peristiwa kecelakaan terjadi melibatkan tiga kendaraan di Ruas Jalan Tol JORR KM 56 A Cakung arah Rorotan, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2026).Ketika kendaraan yang terlibat laka lantas yakni t

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:08

    Kenapa Ubi Ungu Paling Dianjurkan? Dokter Gizi Ungkap Alasannya.

    Jakarta-Olahan ubi belakangan kembali populer di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi cream cheese dengan berbagai topping kekinian. Di antara banyak jenis ubi yang dijual, dokter gizi men

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.