Rabu, 15 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Penularan Omicron di Indonesia Mulai Didominasi Transmisi Lokal

Penularan Omicron di Indonesia Mulai Didominasi Transmisi Lokal

Admin
Selasa, 25 Jan 2022 10:56
merdeka.com

Kasus konfirmasi positif Covid-19 nasional terus meningkat dalam empat minggu terakhir berdasarkan data New All Record Kementerian Kesehatan tanggal 1-22 Januari 2022. Proporsi kasus didominasi transmisi lokal Covid-19 varian Omicron, tidak lagi oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Pada 22 Januari 2022, sebanyak 90,1 persen kasus konfirmasi nasional merupakan transmisi lokal. Data terakhir yang dihimpun Kemenkes menunjukkan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia sebanyak 1.626 kasus, 20 pasien di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit dan dua meninggal dunia.

"Perlu kita lakukan yang pertama adalah kita tidak perlu panik tapi harus terus waspada dan hati-hati karena memang laju penularannya tinggi. Kita perlu memastikan protokol kesehatan tetap berjalan, memakai masker, mencuci tangan, dan mengurangi kerumunan," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada konferensi pers virtual, Senin (24/1).

Upaya Pemerintah Tekan Penyebaran Omicron

Guna memaksimalkan protokol kesehatan, data PeduliLindungi boleh dibuka publik sehingga masyarakat bisa melihat lokasi-lokasi mana yang menerapkan disiplin protokol kesehatan. Hal ini dapat membantu mengontrol penggunaan PeduliLindungi di fasiltas publik maupun di kantor.

Di samping itu, pemerintah juga terus gencarkan pelaksanaan surveilans. Karena kasus Omicron semakin banyak maka tidak semuanya menggunakan metode genome sequencing. Pasalnya metode genome sequencing akan lebih diarahkan untuk menganalisa pola penyebaran kasus Omicron.

"Untuk tracing kasus kita akan menggunakan PCR yang lebih cepat dengan SGTF yang bisa mendeteksi Omicron. SGTF sudah kita distribusikan dan akan segera kita tambah untuk didistribusikan ke daerah,” ucap dia.

Upaya tersebut harus didukung dengan vaksinasi. Pemerintah akan mempercepat pelaksanaan vaksinasi terutama untuk masyarakat lanjut usia.

"Kami juga tekan kan karena paling banyak kasus Omicron terjadi di DKI Jakarta dan Jabodetabek, maka dalam 23 minggu ke depan kita akan mempercepat vaksinasi di sana,” tutur Budi.

Sejalan dengan Menkes, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kasus Covid-19 yang disebabkan oleh para pelaku perjalanan luar negeri sudah berada di bawah 10 persen dari total kasus nasional. Ini menunjukkan bahwa transmisi lokal Omicron yang terjadi di Indonesia sudah lebih mendominasi dibandingkan sebelumnya.

Data dari berbagai negara menggambarkan varian Omicron menunjukkan risiko perawatan dan juga tingkat kematian yang cukup rendah. Namun, memiliki kecepatan penularan yang tinggi sehingga menyebabkan jumlah kasus harian meningkat tajam dan berpotensi untuk meningkatkan jumlah perawatan di rumah sakit dalam waktu dekat.

"Dalam seminggu terakhir ini kasus harian terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang kami himpun kasus di Jawa-Bali kami identifikasi bersumber dari peningkatan pada wilayah aglomerasi Jabodetabek,” kata Luhut. 

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki