Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Peran Sederet Saksi Kasus Reklamasi yang Diperiksa KPK

Nasional

Peran Sederet Saksi Kasus Reklamasi yang Diperiksa KPK

Jumat, 15 Apr 2016 09:56
okezone.com
Reklamasi Teluk Jakarta
AKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.‎

Mereka adalah Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi, Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro, dan Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja.‎ Sanusi diduga telah menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Ariesman Widjaja melalui Trinanda.

Buntut dari kasus reklamasi di Pantai Jakarta Utara, sederet pejabat pun diperiksa KPK. Berikut nama-nama pejabat dan perannya :

1. Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DKI Jakarta, Mohammad Taufik.

Taufik diperiksa oleh lembaga anti-rasuah, lantaran diduga turut menerima aliran dana dari sang adik (Sanusi) sebesar Rp5 miliar untuk memuluskan rencana kewajiban pengembang yang nantinya hanya membayar 5 persen dari‎ ketetapan Pemprov DKI sebesar 15 persen saat melakukan jual beli di lahan reklamasi.

Namun ia mengaku, tidak pernah menerima aliran dana sepeser pun dari Sanusi.

2. Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi.

Delapan jam digarap KPK, Prasetyo ditanya seputar hubungannya M Sanusi. Diberondong delapan pertanyaan, Prasetyo memastikan dirinya tidak mengetahui terkait dugaan tindakan rasuah Sanusi yang menerima suap dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro, Ariesman Widjaja.

Prasetyo mengatakan, persoalan reklamasi Teluk Jakarta diurusi oleh Balegda DPRD DKI. Karenanya, sebagai Ketua DPRD DKI, dirinya hanya menugaskan Ketua Balegda M Taufik untuk mengurusi persoalan tersebut.

3. Chairman Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan.

Peran Aguan dalam kasus suap pembahasan Raperda tentang Reklamasi Teluk Jakarta masih menjadi misteri. Pihak KPK belum mau memberikan keterangan lebih lanjut terkait keterlibatan Aguan dalam kasus suap yang telah menjerat Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi.

Bos Agung Sedayu Group itu juga tak banyak bicara dengan awak media di KPK. Namun, usai diperiksa delapan jam wajahnya tampak lesu.

4. Staff Khusus Ahok, Sunny Tanuwidjaja.

Orang dekat Ahok itu mengakui bahwa dirinya memiliki peran untuk menyampaikan kepentingan para pengembang di proyek reklamasi Teluk Jakarta kepada Ahok beserta jajarannya.

Sunny terkadang mengatur pertemuan antara orang nomor satu di DKI itu dengan para pengembang mega proyek tersebut, termasuk dengan pihak PT Agung Podomoro Land dan Agung Sedayu Group.

5. Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia II Lambock V Nahattands.

Lambock ikut diperiksa sebagai saksi terkait kasus pembahasan Raperda tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi DKI Jakarta tahun 2015-2035 dan Raperda tentang rencana tata ruang kawasan strategis Pantai Utara Jakarta. Usai diperiksa KPK, ia memilih bungkam.

Pemeriksaan petinggi Pelindo II ini diduga terkait perusahaan pelat merah yang mendapat jatah Pulau N dari 17 pulau reklamasi yang membentang dari barat ke timur. Pemanggilan Lambok bersamaan dengan Sunny Tanuwidjaja dan bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan.

6. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.

Pasangan Ahok dalam Pilgub DKI ini mengaku tak banyak tahu soal Raperda yang mengatur reklamasi. Sebab, saat pembahasan dirinya sedang pelatihan di asrama.

Heru menjelaskan, awal pembahasan Raperda dilakukan November 2015. Di mana Februari hingga Juni dirinya berada di asrama dan tidak boleh keluar kecuali Sabtu-Minggu. Sehingga, penyusunan Raperda tidak ada hubungannya dengan tugas, pokok, dan fungsi dirinya selaku BPKAD. Dalam kasus ini, dia sudah dua kali diperiksa KPK. (okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Kamis, 25 Jun 2026 09:30

    Mabes TNI Peringati Tahun Baru Islam 1448 H Perkuat Spirit Pengabdian dan Profesionalisme Prajurit

    Jakarta-Mabes TNI menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1448 H yang diikuti para Pejabat Utama, Prajurit, dan PNS Mabes TNI di Masjid Panglima Soedirman, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/6

  • Senin, 01 Jun 2026 18:53

    Panglima TNI Hadiri Upacara Pemakaman Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

    Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara pemakaman militer Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014 s.

  • Kamis, 21 Mei 2026 17:50

    IPA Convex 2026: PHR Paparkan Keunggulan Operasi dan Inovasi untuk Mencapai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, berpartisipasi aktif dalam ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026. Sebuah per

  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:47

    Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

    JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.