Nasional
Saat Jokowi digendong personel Brimob dan Marinir
Jumat, 11 Nov 2016 11:34
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan safari atau kunjungan ke beberapa satuan keamanan. Setelah markas Kopassus, hari ini Jumat (11/11) mengunjungi Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan markas Marinir, Cilandak.
Di markas Brimob dan Marinir, Jokowi diperlakukan sama. Jokowi digendong sejumlah pasukan Brimob dan Marinir. Di markas Brimob, Jokowi digendong dan diiringi yel-yel serta mars korps Brimob. Kepala Negara terlihat mengepalkan tangan kanannya. Tampak hadir pula Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Hal sama dilakukan juga dilakukan sejumlah marinir. Jokowi digendong dari sisi kanan lapangan Markas Korps Marinir menuju mimbar yang disediakan tepat di depan tiang bendera merah putih. Kepala Negara terlihat senyum saat dipanggul pasukan marinir.
Di hadapan ratusan personel Brimob, Jokowi menyatakan kehadirannya untuk melihat langsung kesiapan pasukan Brimob menghadapi pelbagai kondisi yang mengancam keamanan negara.
"Untuk melihat langsung jajaran Korps Brimob dalam kesiapan-kesiapan menghadapi apapun. Karena jajaran Korps Brimob adalah satuan-satuan yang bisa menghadapi hal-hal yang berkaitan dengan penjinakan bom, yang berkaitan dengan SAR, yang berkaitan dengan perang hutan, yang berkaitan dengan gerilya, semuanya ada di sini," ungkap Jokowi di markas Brimob, Jumat (11/11).
Lebih lanjut Jokowi mengatakan, dengan kesiapan yang dimiliki Brimob, diharapkan dapat menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat.
"Kita tadi melihat betapa kesiapan itu ada. Kita harapkan dengan kesiapan yang ada bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat, bisa mengayomi, bisa melindungi, sehingga rasa aman selalu ada di masyarakat kita," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Di markas Marinir, Jokowi mengingatkan tugas prajurit menjaga dan mempererat kesatuan NKRI. Prajurit Marinir harus bisa menjadi garda terdepan dalam menghadapi gangguan keamanan.
"Marinir menjadi terdepan dalam menghadapi segala kekuatan yang mengganggu ketahanan bangsa dan negara," tegas dia.(merdeka.com)
nasional
Pegawai PNM Pelalawan Tenggelam di Sungai Indragiri saat Survei Kebun
RENGAT-Diduga akibat sarat muatan, pegawai lembaga pembiayaan non-bank Pemodalan Nasional Madani (PNM) Ukui Kabupaten Pelalawan Ardi Yahya (34) tenggelam di Sungai Indragiri. Persisnya di Desa Pasir S
Rumah Petak dan Mobil Pikap Ludes Terbakar di Marpoyan Damai
PEKANBARU-Satu unit rumah petak dan sebuah mobil pikap terbakar di Jalan Mesjid Sirathal Mustakim, RT 004 RW 014, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Selasa (19/5/20
Bhabinkamtibmas Beri Motivasi Petani Cabai untuk Tingkatkan Hasil Panen
PELALAWAN â€" Jajaran Polres Pelalawan melalui Polsek Pangkalan Lesung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah hukumnya. Salah satu upaya tersebut dilakukan d
FBN Riau Dilantik, Kepala Kesbangpol Harap Jadi Garda Terdepan Cegah Degradasi Moral dan Peredaran Narkoba
PEKANBARU-Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rahmat hadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Bela Negara (FBN) Provinsi Riau. Kegiatan ini dirangkai
Orgen Tunggal Malam di Deluk, Polisi Amankan Seorang Pengguna Narkoba
BENGKALIS-Satres Narkoba Polres Bengkalis bersama Tim Raga, Samapta Polres Bengkalis serta gabungan personel Polsek Bantan mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengguna perusak saraf jenis sab