Nasional
Saksi 01 Jelaskan soal Pesan Ganjar ke Aparat, BPN: Masyarakat Bisa Nilai
Jumat, 21 Jun 2019 14:03
"Terutama ketika dia berbicara sebagai ketua panitia seperti apa tahu posisinya dia konteks-konteks yang dihadirkan di TOT (Training of Trainers) itu seperti apa. Dia harusnya bisa menjelaskan lebih dalam lagi karena kan tadi digali juga oleh tim kuasa hukum kami," kata jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Kawendra Lukistian, di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019).
Dia pun menilai masyarakat bisa menilai penjelasan dari Anas. Kawendra menyebut slide atau pemaparan Ganjar itu bisa diunduh.
Kawendra meyakini gugatan tim Prabowo terkait kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif semakin terbukti dengan adanya kesaksian dari tim Jokowi. Dia meminta kesaksian dari timnya tidak dikesampingkan karena juga hadir dalam training tersebut.
Dia menyebut nantinya tim Prabowo akan menyimpulkan keterangan saksi-saksi sehingga mampu menguatkan permohonannya. Kawendra menyerahkan pada hakim untuk menilai keterangan apakah gugatannya dikabulkan.
"Ini kan yang bisa mengkorelasikan ini adalah kuasa hukum kami, dia akan menggali lebih jauh dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan tadi, terutama ketika nanti hakim pasti kan juga punya pertimbangan sendiri, nyambung atau tidak kan kita bisa lihat dari saksi yang sebelumnya bagaimana deklarasi dari kepala-kepala daerah, ini kan korelasinya ada," ujarnya.
"Apalagi nanti kan ada risalah persidangan, hakim pasti menggali dari situ, hakim pasti akan mencerna lebih jauh lagi," imbuhnya.
Sebelumnya, Caleg PBB, Hairul Anas Suaidi, yang dihadirkan tim hukum Prabowo-Sandiaga sebagai saksi dalam sidang gugatan hasil Pilpres di MK bicara pesan dari Ganjar Pranowo ke aparat. Dia menyebut Ganjar meminta aparat sebaiknya tak netral di pemilu 2019.
Awalnya, Hairul Anas menjelaskan rangkaian acara ketika Ganjar bicara hal itu. Dia lalu mengatakan saat itu Ganjar menjadi pembicara dengan menampilkan materi lembaga survei elektabilitas Jokowi. Pada saat pemaparan itulah Ganjar memetakan ada 7 provinsi rawan untuk pemenangan Jokowi.
"Di hari kedua, sesi pagi disampaikan bahwa aparat sebaiknya yang membela 01, ya kita harus confidence, dalam hal ini 01, bahwa aparat itu sudah mendukung, dan kalau netral buat apa," sambungnya.
Sementara, dalam persidangan di MK hari ini, saksi dari kubu 01 Anas Nashikin menjelaskan kalau aparat yang dimaksud adalah saksi dari parpol dan TKN Jokowi-Ma'ruf. Dia mengaku kurang tahu apakah ada ucapan Ganjar yang dipersoalkan oleh Hairul Anas pada hari sebelumnya.
Rokan Hilir Membara, 24 Titik Panas Kepung Wilayah Riau
PEKANBARU - Ancaman nyata Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menghantui Provinsi Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi kemunculan 35 titik panas (ho
Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolres Rohil Perkuat Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
TANAHPUTIH-Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Polres Rokan Hilir menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman Mapolres Rokan Hilir, Jalan Lintas Riauâ€"Sumut K
Detik-Detik Mobil Terbakar di Pelalawan, Api Muncul dari Tangki BBM.
PELALAWAN-Satu unit mobil Toyota Innova ludes terbakar di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan pada Minggu (31/5/2026) malam lalu. ‎Insiden ini membuat geger warga di sekitar
Polisi Mulai Selidiki Penyebab Kebakaran di Bukit Lumut Rohul
PASIR PENGARAIAN - Polsek Rokan IV Koto, Rohul mulai melakukan penyelidikan atas kebakaran yang terjadi di Bukit Lumut, Desa Cipang Kiri Hulu. Pemilik lahan akan segera dipanggil.Seperti yang diketahu
Pertanyakan Hak Bonus PON 2024, Atlet dan Pelatih Datangi Dispora hingga Plt Gubernur Riau.
PEKANBARU-Pelatih dan atlet Riau berkumpul di Sekretariat KONI Riau, Selasa (2/6/2026) besok. Mereka akan mempertanyakan perihal bonus yang menjadi hak atlet yang belum juga terbayarkan sejak 2024.Kab