Nasional
TNI Duduki Kampung Basis KKB di Papua untuk Putus Sumber Logistik
Sabtu, 09 Mar 2019 09:05
"Nah sekarang yang kita lakukan adalah memutus jalur-jalur dia, termasuk sumber logistiknya. Hampir semua kampung yang jadi basis operasi dia (KKB) sudah kita duduki, termasuk distrik Mugi. Dulu kita deteksi mereka berbasis markas besarnya ada di Mapen Duma, sekarang sudah kita duduki, kita dirikan pos. Kemudian kita di tempat lain sudah lakukan itu," kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi saat dihubungi, Jumat (8/3/2019) malam.
"Sejauh ini kampung-kampung atau distrik yang di lewati Trans Papua mulai dari Mbua, Digi, Mugi, Paro Atas, Paro Bawah itu jalur Trans Papua itu sudah kita duduki. Namun demikian, ada kampung yang belum terdeteksi, belum ada di peta juga karena di Papua ini perkampungan beda dengan daerah lain. ni mungkin masih ada lagi tempat mereka. Penyebaran tersebar di pucuk-pucuk gunung dan tersebar perkampungan itu tapi sumber dan jalur logistik mereka ada di kampung karena karakteristik hutan di papua juga sulit dapat bahan makanan kalau tidak dari kampung-kampung," ungkap Aidi.
Aidi mengatakan hingga kini belum ada anggota KKB yang ditangkap secara hidup-hidup. Namun, ia memastikan setiap ada kontak senjata dengan TNI, setidaknya ada 7-10 anggota KKB yang juga tewas tertembak.
"Kalau dari setiap kontak tembak, kita juga pastikan dari mereka juga ada yang jadi korban, termasuk kemarin kontak itu. Pada saat kita pukul mundur mereka, mereka masuk ke hutan, kita temukan ada mayat dari kelompok itu yang tertinggal dan ada senjata yang tertinggal ada 5. Dan ada pantauan dari anggota yang melakukan pengejaran dari mereka juga setidaknya ada 7-10 orang yang tewas tapi mayatnya di bawa kabur oleh temannya," sebut Aidi.
"Kita hanya berusaha memantau tapi kita tidak akan mundur dengan situasi itu, kita berupaya lakukan dalam penegakan hukum. Kita juga upayakan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur pasca terjadinya tindakan pembantaian tanggal 2 Desember tahun lalu, inikan dari kelompok mereka juga. Dengan terjadinya pembantaian itu pembangunan jadi terhenti namun komitmen kita pembangunan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat, TNI selalu tampil sebagai garda terdepan," ujarnya.
Sebelumnya, kelompok Egianus Kogoya ini juga menjadi dalang penyerangan pekerja proyek Trans Papua pada awal Desember 2018 lalu. Mulanya disebut ada 31 pekerja yang tewas. Namun Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut korban tewas sebanyak 20 orang. Sebanyak 19 orang merupakan pekerja proyek dan 1 orang adalah prajurit TNI.
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta
Tabrakan Beruntun di Bahu Jalan Tol JORR Cakung, Dua Orang Meninggal Dunia
JAKARTA - Peristiwa kecelakaan terjadi melibatkan tiga kendaraan di Ruas Jalan Tol JORR KM 56 A Cakung arah Rorotan, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2026).Ketika kendaraan yang terlibat laka lantas yakni t
Kenapa Ubi Ungu Paling Dianjurkan? Dokter Gizi Ungkap Alasannya.
Jakarta-Olahan ubi belakangan kembali populer di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi cream cheese dengan berbagai topping kekinian. Di antara banyak jenis ubi yang dijual, dokter gizi men
AS Tiba-tiba Batalkan Pengerahan 4.000 Tentara ke Negara NATO Polandia, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) tiba-tiba membatalkan rencana pengerahan 4.000 tentara ke negara NATO; Polandia. Pembatalan ini diungkap para pejabat Amerika pada hari Jumat, seiring Washington mengatur ulang pa